Jumat, 5 Juni 2026

Minyak Goreng

Bersabar, Belum Bisa Pastikan Kapan Harga Minyak Goreng Turun di Pasaran

Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Kadis DKPKP DKI : Belum Bisa Pastikan Kapan Harga Minyak Goreng Turun di Pasaran

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: LilisSetyaningsih
Warta Kota/ Rizki Amana
Pedagang Minyak Goreng Curah di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM GAMBIR -- Masyarakat masih harus bersabar bila ingin harga minyak goreng turun.

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) DKI Jakarta tidak bisa memastikan kapan harga minyak goreng bisa turun di pasaran.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati saat menghadiri rapat bersama Komisi B terkait Evaluasi Tahunan DKPKP dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan 2021 dan Rencana Kerja Tahun 2022 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (6/1/22).

Menurutnya, harga minyak goreng berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, sebab ada beberapa  kebijakan yang tidak ada di pemerintah daerah.

Baca juga: Airlangga Hartarto Merespon Cepat Arahan Presiden Jokowi Stabilkan Harga Minyak Goreng di Indonesia

Baca juga: Atasi Lonjakan Harga, Pemprov Jateng Gelontorkan 70 Ribu Liter Minyak Goreng untuk Operasi Pasar

"Kalau minyak pasti kita butuh kebijakan dari pemerintah pusat, karena ada beberapa kebijakan yang tidak ada di pemerintah daerah," tambahnya.

Lanjutnya, kata Eli, ia bersama pihaknya melalui BUMD Food Station memberikan banyak pilihan kepada masyarakat yakni dengan membuat kemasan ulang yang lebih terjangkau.

"Tadi saya sampaikan kalau di kami BUMD Pangan sudah memberikan banyak pilihan kepada masyarakat, kalau masyarakat itu keberatan dengan yang saya sampaikan kemasan 2 literan, itu Food Station membuat kemasan-kemasan yang kecil, tentu harganya lebih sesuai, kalau butuh ya beli itu yang pertama," jelas Eli.

Dengan membuat kemasan minyak goreng lebih kecil, kata dia, diharapkan masyarakat dapat membeli sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Pekerja toko menata minyak goreng kemasan. Beberapa waktu ini harga minyak goreng naik
Pekerja toko menata minyak goreng kemasan. Beberapa waktu ini harga minyak goreng naik (Warkotalive.com/Nur Ichsan)

"Kita sampaikan ke masyarakat kita ada banyak pilihan (kemasan) enggak harus punya uang Rp 60.000 dulu baru punya minyak goreng, tapi silakan beli dengan ukuran kecil," jelasnya.

Dirinya mengklaim dalam waktu dekat ini untuk harga bawang merah, cabai, bumbu dapur dan lainnya cabai, bawang merah, dan lainnya akan turun dalam waktu dekat.

"Ya, dengan adanya sistem informasi ketahanan pangan saya tau nih bahwa Semarang akan panen cabai dua minggu lagi, nah Pasar Jaya kemudian ke sana, langsung melakukan ikatan," paparnya.

Sebelumnya diketahui, Menjelang akhir tahun terutama mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), kebutuhan pangan di Jakarta tercatat mengalami peningkatan 4-5 persen secara bulanan pada Desember 2021.

Baca juga: Sudinakertrans dan Energi Buka Pelatihan untuk Warga Jakarta Barat yang Menganggur, Simak Caranya

Baca juga: Jelang Penyelenggaraan Vaksin Booster Covid-19 bagi Lansia, Ristanto (72) Harap Sosialisasi Merata

Peningkatan kebutuhan terjadi untuk komoditas telur ayam, dimana data terbaru Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta mencatat, peningkatan kebutuhan untuk komoditas telur ayam sebesar 4,5 persen.

Adapun, peningkatan kebutuhan terendah dialami beras, bawang merah, bawang putih dan gula pasir masing-masing sebesar 3,4 persen.

Untuk harga pangan, kenaikan berkisar 5 - 40 persen pada bulan Desember 2021 secara bulanan. Peningkatan harga tertinggi dialami cabe rawit merah sebesar 25,40 persen dibandingkan dengan minggu lalu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved