Demo Ojol

Polisi akan Tutup Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Pusat Terkait Aksi Demo Ojol

Driver ojek online (ojol) akan menggelar ksi demo yang berujung pada kemacetan, maka polisi akan menutup beberapa ruas jalan.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Driver ojol bersiap gelar aksi unjuk rasa, Rabu (5/1/2022), di Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat. Menuntut perbaikan di sektor tarif. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah ruas jalan akan dialihkan apabila demo ojek online (Ojol) di Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat membesar.

Kasat Lantas wilayah Jakarta Pusat Kompol Purwanta mengaku sudah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas apabila aksi unjuk rasa membesar.

Pengalihan arus lalu lintas akan berlangsung tentatif.

Baca juga: Setelah Periksa Choki, Polda Sumatera Utara akan Surati Mendagri untuk Memeriksa Edy Rahmayadi

"Kami tetap tentatif saja, apabila memang diperlukan pengalihan kami alihkan,  tapi kalau enggak tetap normal seperti biasa," ujar Purwanta dihubungi Rabu (5/1/2022).

Rencananya apabila aksi unjuk rasa membesar penutupan jalan akan dilakukan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Patung Kuda.

Seharusnya kata Purwanta, pukul 08.00 WIB demonstrasi yang rencananya diikuti 850 orang itu sudah berlangsung.

Namun sampai pukul 11.00 WIB, belum terlihat ada massa Ojol yang memenuhi titik demonstrasi.

Baca juga: Pemkot Jaksel Bakal Panggil Manajemen Mal Kota Kasablanka terkait Aduan Pencemaran Udara dari Genset

"Jadi sampai sekarang arus lalu lintas masih normal," tuturnya.

Dalam pengamanan aksi unjuk rasa, sebanyak 96 personel gabungan akan dikerahkan untuk amankan unjuk rasa.

Rencananya sejumlah Ojol akan bergerak ke Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat untuk melakukan aksi unjuk rasa.

Baca juga: Wagub Ariza: PTM 100 Persen Masih Terus Berlanjut, Meski Ada Peningkatan Kasus Omicron di Ibu Kota

Mereka menuntut sejumlah hal di antaranya penentuan tarif oleh aplikator yang dianggap telah melanggar UUD LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) No 22 tahun 2009.

Para Ojol juga mengkritisi sistem suspend yang dilakukan aplikator tanpa proses pembuktian dan pengadilan terlebih dahulu.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved