Sekolah Tatap Muka

Wagub Ariza: PTM 100 Persen Masih Terus Berlanjut, Meski Ada Peningkatan Kasus Omicron di Ibu Kota

Kegiatan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas di DKI Jakarta yang sudah berjalan dua hari ini, masih akan terus berlanjut.

Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (4/1/2022) malam. 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

WARTAKOTALIVE.COM GAMBIR -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut sebanyak 252 kasus Covid-19 varian Omicron terdeteksi di DKI Jakarta.

Meski demikian, menurut pria yang karib disapa Ariza  ini kegiatan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas yang sudah berjalan dua hari ini, masih akan terus berlanjut.

"Alhamdulillah, PTM tahap pertama berlangsung dengan lancar dan baik. Ini data di hari pertama peserta didiknya hadir 94 persen dan tenaga pendidik 97 persen," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (4/1/22) malam.

Lanjutnya, kata politikus partai Gerindra ini hingga pada pelaksanaan PTM hari kedua, belum ada temuan kasus varian Omicron.

"Sampai hari ini tidak ada, mudah-mudahan tidak akan ada," tambahnya.

"Mudah-mudahaan tidak ada ancaman gelombang 3," tutupnya. 

Baca juga: Disdik DKI Sebut Akan Tutup Sekolah 5 Hari Apabila Saat PTM 100 Persen Ditemukan Kasus Omicron

Baca juga: Gembong: PTM di Jakarta jadi Pilihan Dilematis Masyarakat

Sebagai informasi, sebanyak 10.429 sekolah di Ibu Kota telah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) hingga 100 persen, mulai Senin (3/1/2022).

Hal ini mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, yaitu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Menteri Agama; Menteri Kesehatan; dan Menteri Dalam Negeri yang ditetapkan pada 21 Desember 2021 lalu.

"Alhamdulillah PTM hari ini diberlakukan 100 persen di 10.429 sekolah atau sekitar 97,2 persen. Ini sesuai dengan SKB empat menteri, juga ketentuan dari dinas (Pendidikan)," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Senin (3/12/2021).

Ariza mengatakan, sejak pagebluk Covid-19 melanda Tanah Air pada Maret 2020 lalu, metode pembelajaran sekolah diubah memakai sistem online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca juga: CATAT! Wagub Ariza Buka Layanan Pengaduan PTM 100 Persen di Ibu Kota, Ini Nomor Hotlinenya

Namun sekarang pemerintah daerah berani melaksanakan PTM 100 persen sebagaimana keputusan empat menteri karena berbagai pertimbangan.

Mulai dari realisasi vaksin Covid-19 telah melebihi target 100 persen, kasus Covid-19 kian terkendali, adanya kebijakan PPKM level satu dan langkah 3T (tracing, testing dan treatment) tetap melebihi saran dari WHO.

Kata dia, PTM 100 persen tidak hanya diberlakukan di Jakarta karena ada juga daerah lain yang menerapkan hal serupa, namun dia optimis pelaksanaan PTM 100 persen di Jakarta akan berjalan maksimal.

"Jakarta justru punya prestasi yang baik, apa itu? Vaksinnya di provinsi seluruh Indonesia kami tertinggi, capaiannya sudah 120 persen dan akan terus kami tingkatkan," jelas Ariza.

Baca juga: Disdik DKI Pastikan Apabila Ada Kasus Positif Covid-19 saat PTM, Sekolah Langsung Ditutup

"(PPKM) levelnya juga baik, tren (kasus) terus menurun, dukungan fasilitas tenaga kesehatan tinggi, terus terjaga sehingga wajar kami memberanikan diri melaksanakan apa yang menjadi ketentuan SKB empat menteri," lanjut Ariza. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved