Gaya Hidup

Perhiasan Custom Kian Diminati, Lovary Hadirkan Sederet Desain dengan Teknologi 3D Manufacturing

Dengan menggunakan teknologi 3D Manufacturing diharapkan konsumen dapat membayangkan hasil akhir dari produk perhiasan custom yang dibelinya.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Lovary mengembangkan metode produksi cincin yang mengkolaborasikan teknologi digital dan proses pengolahan logam mulia yang modern. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Industri perhiasan nasional mulai kembali menghangat pasca hantaman pandemi Covid-19.

Sebagai produk turunan logam mulia, perhiasan tetap diminati baik sebagai barang fashion maupun investasi.

Pegadaian dalam artikelnya memandang bisnis di seputar emas dan perhiasan selalu diminati dan tidak pernah rugi.

Salah satu lini bisnis perhiasan adalah bisnis perhiasan custom.

Baca juga: Buka Cabang Baru di AEON MALL Tanjung Barat, I LOVE EMAS Solusi Jual-Beli Perhiasan Terpercaya

Perhiasan custom diminati karena memberi keleluasaan bagi konsumen untuk memiliki perhiasan sesuai dengan desain, bahan, dan budget yang diinginkan.

Namun seringkali hasil perhiasan custom ini tidak sesuai dengan ekspetasi dari konsumen, karena masih dikerjakan secara manual.

Ibrahim Yusuf selaku founder dan CEO dari Lovary membeberkan alasan untuk mengembangkan metode produksi yang dipakai.

Ibrahim sendiri pernah menjadi konsumen cincin nikah saat menikah di 2015.

Awalnya Ibrahim dan pasangan mencari cincin di toko emas, namun tidak menemukan desain yang cocok.

Baca juga: Suka Koleksi Berlian, Dewi Biechu Sering Garap Konten Review Mobil Mewah Bareng Hotman Paris Hutapea

“Di toko emas, desain yang ada modelnya kurang anak muda. Dari sini saya tercetus ide untuk merintis bisnis perhiasan yang bisa mengakomodir keinginan konsumen. Maka lahirlah Lovary yang mengedepankan perhiasan custom,” ujar Ibrahim.

Ibrahim Yusuf. Founder dan CEO PT Lovary Corpora Indonesia
Ibrahim Yusuf. Founder dan CEO PT Lovary Corpora Indonesia (Ist)

Lovary sendiri mengalami proses dan pengembangan terus menerus.

Dari masih memakai teknik tradisional, kini Lovary mengembangkan metode produksi cincin yang mengkolaborasikan teknologi digital dan proses pengolahan logam mulia yang modern.

Metode ini dikembangkan oleh Lovary berdasarkan keilmuan yang diperoleh istri Ibrahim, Siska, yang menempuh pendidikan di Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia (UII).

Ibrahim menjelaskan bahwa desain 3D menjadi dasar dari proses produksi Lovary.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved