Jumat, 1 Mei 2026

Edy Rahmayadi Menjewer

Edy Rahmayadi Minta Wartawan tak Banyak Tanya Soal Kasus Menjewer Choki

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tak suka wartawan banyak tanya soal kasusnya yang dilaporkan ke polisi karena menjewer.

Tayang:
Editor: Valentino Verry
TribunMedan/Satia
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tak mau banyak komentar soal kasusnya yang menjewer pelatih biliar. 

WARTAKOTALIVE.COM, MEDAN - Siapa yang tak mengenal Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Mantan Pangkostrad itu dikenal sebagai sosok yang tegas dan tak suka becanda.

Untuk berbagai urusan, Edy selalu serius. Bahkan, saat membina PSSI pun jenderal bintang tiga itu selalu serius dan tegas.

Bawahannya sangat memahami karakter Edy, alhasil banyak yang takut.

Baca juga: Gilbert Minta Pelajar yang Belum Divaksin Dilarang Ikut PTM 100 Persen

Namun, tak demikian dengan Khairuddin Aritonang alias Choki. Pelatih billiard itu kena jewer Edy di sebuah acara karena tak fokus mengikuti acara.

Sikap tegas Edy juga diperlihatkan pada wartawan, Edy enggan mengomentarai mengenai pelaporan terhadap dirinya.

Seperti diketahui, Edy resmi dilaporkan Choki, terkait kasus jewer telinga beberapa waktu lalu.

 Laporan Choki tertuang dalam bukti lapor STTLP/03/1/2022/SPKT/POLDA SUMUT tanggal 3 Januari 2022. Terkait laporan ini, awak media sempat menanyai Edy Rahmayadi.

Namun, Edy enggan berkomentar. Dia justru meminta wartawan tak banyak bertanya.

Khairuddin Aritonang alias Choki, pelatih biliard ynag dijewer Edy Rahmayadi saat lapor ke Polda Sumatera Utara, Senin (3/1/2022).
Khairuddin Aritonang alias Choki, pelatih biliard ynag dijewer Edy Rahmayadi saat lapor ke Polda Sumatera Utara, Senin (3/1/2022). (Tribunnews.com)

"Kalian jangan tanya-tanya dulu ya," ketusnya sambil berjalan menuju Masjid Agung Medan, Senin (3/1/2022) sore.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa laporan Choki akan segera ditindaklanjuti.

Namun, Tatan akan lebih dahulu melaporkan masalah ini pada Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak.

"Nanti akan kami kaji, karena laporannya belum sampai ke meja kami," kata Tatan.

Dia mengatakan, dirinya akan segera berkoordinasi dengan petugas SPKT Polda Sumut.

Setelah menerima surat laporan, Tatan akan bergerak memeriksa saksi-saksi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved