Piala AFF
Shin Tae-yong Menunggu Mujizat Bola Itu Bundar Jelang Laga Leg Kedua Final Piala AFF
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sedikit goyah melihat fakta kekalahan skuadnya dari Thailand. Namun, dia masih menaruh mujizat untuk menang.
Penulis: Abdul Majid | Editor: Valentino Verry
Setidaknya, parkir bus bisa digunakan Timnas Indonesia bermain imbang terlebih dahulu melawan Thailand.
Baru kemudian pada leg kedua menjadi pertandingan "penghabisan" yang akan berlangsung, Sabtu (1/1/2022).
Namun faktanya justru terbalik. Shin Tae-yong memainkan skema all out attack ketika menghadapi Chanathip Songkrasin dkk di leg pertama.
Imbasnya dapat terlihat, celah menganga terdapat di lini pertahanan Skuat Garuda.
Bahkan skema serangan balik tim besutan Alexandre Polking itu dengan mudah menghancurkan pertahanan Indonesia yang digalang Rizki Ridho dkk.
Menjadi bumerang tersendiri atas keputusan sang juru taktik Indonesia itu.

Dan jika merujuk kepada statistik pertandingan, permainan terbuka Evan Dimas dkk tak benar-benar sukses besar.
Dilihat dari segi penguasaan bola, Thailand lebih dominan dengan 67 persen ball possession.
Hal ini menandakan bagaimana kurang mampunya skuat Garuda dalam mengimbangi permainan Teerasil Dangda cs.
Bahkan untuk urusan intensitas penyerangan terbilang jomplang.
Thailand tampil "ugal-ugalan", terbukti dari 19 kali upaya tembakan dan sembilan di antaranya on target.
Namun statistik miris dihasilkan Timnas Indonesia. Meski mengusung permainan ofensif, nyatanya hanya ada empat tembakan dan satu on target dibukukan Irfan Jaya dan kolega.
Menjadi bumerang tentunya bagi Shin Tae-yong melihat taktikal yang dimainkannya gagal total.
Pada leg kedua nanti, jalan terjal akan dilalui tim Merah Putih untuk bisa melakukan comeback.
Margin lima gol wajib diraih Timnas Indonesia atas Thailand jika ingin menutup petualangan mereka di Piala AFF 2021 dengan manis.
Namun melihat bagaimana fakta yang terjadi di leg pertama, maka skema permainan agresif Shin Tae-yong menjadi senjata