Piala AFF

Shin Tae-yong Menunggu Mujizat Bola Itu Bundar Jelang Laga Leg Kedua Final Piala AFF

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sedikit goyah melihat fakta kekalahan skuadnya dari Thailand. Namun, dia masih menaruh mujizat untuk menang.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Valentino Verry
pssi.org
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong menunggu mujizat untuk bisa memenangi laga leg kedua final Piala AFF melawan Thailand. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengakui bahwa kualitas permainan Thailand sangat baik.

Tak hanya Thailand, Shin Tae-yong juga memuji Vietnam yang sebelumnya dikalahkan Thailand pada babak semifinal.

Hal itu ia katakan usai Timnas Indonesia dikalahkan dengan skor telak 4-0 pada final leg pertama.

“Memang tidak bisa menilai dengan satu pertandingan ini saja, tapi sepertinya tim Thailand dan Vietnam merupakan tim terbaik di Asia Tenggara dan juga di AFF ini,” ujarnya.

Baca juga: Polda Jawa Barat Rilis Sketsa Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Pihak Keluarga tak Mengenal

Meski Shin Tae-yong mengakui hal itu, akan tetapi dirinya tak menyerah begitu saja untuk perebutan gelar juara Piala AFF 2020.

Pasalnya masih ada satu leg lagi yang akan bergulir pada Sabtu 1 Januari mendatang.

Dalam pertandingan itu, Shin Tae-yong ingin para pemainnya bisa membenahi kesalahan dan tampil lebih maksimal lagi.

“Memang kalau lihat hasil dari pertandingan hari ini memang tidak mungkin, tapi bola itu masih bundar,” kata Shin Tae-yong.

“Kami belum menyerah. Kami akan kerja keras sampai akhir. Untuk fans Indonesia juga tetap dukung kami supaya mendapatkan hasil yang baik,” ucapnya.

Baca juga: JAKARTA Siaga 2 Banjir, Berikut Ini Kawasan yang Kemungkinan Terdampak Naiknya Tinggi Muka Air

Kekalahan telak Timnas Indonesia atas Thailand pada leg pertama Final Piala AFF 2021 tak lepas dari blunder taktikal Shin Tae-yong.

Leg pertama Final Piala AFF 2021 antara Timnas Indonesia vs Thailand yang tersaji di Stadion National, Singapura, Rabu (29/12/2021) berkesudahan dengan skor 4-0.

Menjadi pertanyaan tentunya, mengapa Shin Tae-yong tetap memainkan skema all out attack pada laga tersebut.

Jika mengacu kepada bagaimana komparasi peta kekuatan kedua kubu, Thailand jelas lebih unggul dari Timnas Indonesia. Baik dari komposisi skuat maupun rekam jejak di pagelaran Piala AFF.

Laga final Piala AFF 2021 terbagi dalam sistem dua leg, dan di pandang pada pertemuan pertama tidak ada salahnya Shin Tae-yong menggunakan skema parkir bus.

Baca juga: Menpora Tunggu Strategi Jitu Shin Tae-yong yang Bisa Membangkitkan Skuad Timnas Indonesia

Taktikal ini sudah teruji kualitasnya ketika skuat Garuda sukses menahan imbang Vietnam, yang mana level The Golden Star Warriors setara dengan pasukan Gajah Perang.

Setidaknya, parkir bus bisa digunakan Timnas Indonesia bermain imbang terlebih dahulu melawan Thailand.

Baru kemudian pada leg kedua menjadi pertandingan "penghabisan" yang akan berlangsung, Sabtu (1/1/2022).

Namun faktanya justru terbalik. Shin Tae-yong memainkan skema all out attack ketika menghadapi Chanathip Songkrasin dkk di leg pertama.

Imbasnya dapat terlihat, celah menganga terdapat di lini pertahanan Skuat Garuda.

Bahkan skema serangan balik tim besutan Alexandre Polking itu dengan mudah menghancurkan pertahanan Indonesia yang digalang Rizki Ridho dkk.

Menjadi bumerang tersendiri atas keputusan sang juru taktik Indonesia itu.

Menpora Zainudin Amali sedih melihat Timnas Indonesia dibantai Thailand pada laga leg pertama final Piala AFF 2020.
Menpora Zainudin Amali sedih melihat Timnas Indonesia dibantai Thailand pada laga leg pertama final Piala AFF 2020. (Kemenpora.go.id)

Dan jika merujuk kepada statistik pertandingan, permainan terbuka Evan Dimas dkk tak benar-benar sukses besar.

Dilihat dari segi penguasaan bola, Thailand lebih dominan dengan 67 persen ball possession.

Hal ini menandakan bagaimana kurang mampunya skuat Garuda dalam mengimbangi permainan Teerasil Dangda cs.

Bahkan untuk urusan intensitas penyerangan terbilang jomplang.

Thailand tampil "ugal-ugalan", terbukti dari 19 kali upaya tembakan dan sembilan di antaranya on target.

Namun statistik miris dihasilkan Timnas Indonesia. Meski mengusung permainan ofensif, nyatanya hanya ada empat tembakan dan satu on target dibukukan Irfan Jaya dan kolega.

Menjadi bumerang tentunya bagi Shin Tae-yong melihat taktikal yang dimainkannya gagal total.

Pada leg kedua nanti, jalan terjal akan dilalui tim Merah Putih untuk bisa melakukan comeback.

Margin lima gol wajib diraih Timnas Indonesia atas Thailand jika ingin menutup petualangan mereka di Piala AFF 2021 dengan manis.

Namun melihat bagaimana fakta yang terjadi di leg pertama, maka skema permainan agresif Shin Tae-yong menjadi senjata

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved