Persija Jakarta
Bergabung Dengan Persija Jakarta, Adrenalin Ahmad Bustomi Terpacu Kembali
Pemain berposisi gelandang tersebut menekankan bahwa meski usianya sudah menginjak 36 tahun, motivasinya untuk membawa Persija ke trek positif
“Peta persaingan” di lini tengah Persija yang akan dihuni banyak pemain?
Saya melihatnya bukan persaingan, tapi rekan kerja. Menurut saya kami semua satu keluarga. Pasti pelatih punya penilaian tersendiri.
Siapa yang siap pasti akan main. Siapa yang main pasti akan kami dukung.
Situasi di tim harus kondusif karena bukan hanya 1-2 pertandingan saja, tapi banyak pertandingan. Kami akan saling bahu-membahu. Di latihan maksimal dan semoga hasil di pertandingan maksimal.
Di Persija tak bisa pakai nomor 19 dan akhirnya pilih nomor 16. Bermasalah dengan itu?
Pertama saya tanya sama manajemen soal ketersediaan nomor 19, ternyata sudah dipakai, yaitu dipakai Braif Fatari.
Kemudian diberikan beberapa opsi nomor yang kosong dan akhirnya saya pilih 16. Alasannya gampang saja, sembilan dibalik jadi enam.
Baca juga: Dilepas Persija Jelang Putaran Kedua Liga 1 2021, Yann Motta Kenang Trofi Juara Piala Menpora 2021
Baca juga: Setelah Ichsan Kurniawan dan Samuel Christianson Simanjuntak, Persija Bakal Perkenalkan Pemain Lain
Terkait harapan besar dari Jakmania?
(Harapan besar) Wajar sebenarnya. Tim sebesar Persija pasti ekspektasi suporternya tinggi. Pastinya tim dituntut berprestasi. Saya rasa bagus sehingga pemain tak berada di zona nyaman.
Setiap pemain pasti ingin melakukan yang terbaik di latihan, terlebih lagi di pertandingan. Semua pemain tahu konsekuensinya bermain di tim besar.
Jika hasil tidak baik pasti suporter akan kecewa. Mau tidak mau harus maksimal. Bagus untuk pemain juga seperti itu sehingga menampilkan yang terbaik.
Sumber: Persija.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ahmad-bustomi-persija-2.jpg)