Berita Video
VIDEO : Momen Akhir Penghitungan Suara, Gus Yahya Menang Suara
Gus Yahya mendapatkan 337 suara sementara KH Said Agil Siradj mendapatkan 210 suara dalam pemilihan Ketua PB NU di Lampung
Berdasarkan mekanisme pencalonan, ada syarat minimal dukungan untuk bisa ditetapkan sebagai calon Ketua Umum, yakni minimal mengantongi 99 suara.
"Siapa saja yang mencapai 99 suara atau lebih dari 99 suara itu yang masuk calon Ketum," kata Ketua SC Panitia Muktamar M Nuh.
"Yang dapat 99 suara tadi itu kemudian diminta untuk musyawarah di antara mereka," imbuh M Nuh.
Lantunkan Selawat
Para muktamirin pendukung Gus Yahya pun langsung merayakannya dengan melantunkan selawat.
Para muktamirin yang tidak bisa masuk kedalam ruangan panitia membuka nonton bareng (nobar) di samping halaman GSG Unila, Jumat (24/12/2021).
Tampak para pendukung Calon Ketum PBNU sangat tegang saat menonton perhitungan suara tersebut.
Para penonton baik usia tua muda sangat antusias.
Melalui layar televisi berukuran 41 inch, para penonton dengan seksama menyaksikan perhitungan yang dilakukan panitia.
Para penonton langsung berteriak setelah mengetahui Gus Yahya unggul.
"Alhamdulillah Allahu akbar," seru para penonton yang dilanjutkan selawat secara terus menerus.
KH Miftachul Akhyar Terpilih Menjadi Rais Aam
Agenda penting lain dalam muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama adalah pemilihan Rais Aam.
Kamis malam hingga Jumat dini hari, dilangsungkan pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Musyarawah mufakat ditempuh 9 kiai sepuh yang tergabung dalam tim ahlul halli wal aqdi (AHWA).
Pemilihan Rais Aam akan menggunakan sistem ahlul halli wal aqdi (AHWA). Sistem AHWA adalah mekanisme yang diterapkan untuk memilih Rais Aam PBNU oleh 9 ulama senior dengan cara musyawarah mufakat.
AHWA beranggotakan 9 ulama NU senior yang dipilh dengan kriteria beraqidah Ahlussunnah wal Jamaah al Nahdliyah, wara', zuhud, bersikap adil, berilmu (alim ), integritas moral, tawadlu', berpengaruh, dan mampu memimpin.
KH Miftachul Akhyar terpilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat (24/12/2021) dini hari.
Penetapan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dicapai melalui musyarawah mufakat 9 kiai sepuh yang tergabung dalam tim AHWA.
Satu di antara 9 kiai sepuh itu adalah Ma'ruf Amin yang saat ini menjabat Wakil Presiden RI.
KH Miftachul Akhyar yang lahir 30 Juni 1953 sejatinya sudah menjabat sebagai Pj Rais Aam PBNU sejak 22 September 2018.
Ia menggantikan KH Ma'ruf Amin yang resmi mengundurkan diri dari jabatan Rais Am PBNU.
Ma'ruf Amin mundur karena maju menjadi Calon Wakil Preside di Pilpres 2019 bersama Calon Presiden Ir Joko Widodo.
KH Miftachul saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.
Ia ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI dalam Musyawarah Nasional (Munas) X MUI di Jakarta, Jumat 27 November 2020 dini hari.
Kiai Miftachul aat ini juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.(*)
(Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra/Tribunnews.com/Deni Reza)
Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Gus Yahya Raih Suara Terbanyak di Putaran Pertama, Muktamirin Rayakan dengan Selawat, https://lampung.tribunnews.com/2021/12/24/gus-yahya-raih-suara-terbanyak-di-putaran-pertama-muktamirin-rayakan-dengan-selawat dan artikel berjudul Muktamar NU 2021, Said Aqil dan Yahya Cholil Siap Lanjutkan Proses Pemilihan Lewat Voting, https://lampung.tribunnews.com/2021/12/24/muktamar-nu-2021-said-aqil-dan-yahya-cholil-siap-lanjutkan-proses-pemilihan-dengan-voting?page=all serta artikel dengan judul Muktamar NU, KH Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU, https://lampung.tribunnews.com/2021/12/24/muktamar-nu-kh-miftachul-akhyar-terpilih-jadi-rais-aam-pbnu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pbnu-hasil-muktamar.jpg)