Berita Video
VIDEO : Momen Akhir Penghitungan Suara, Gus Yahya Menang Suara
Gus Yahya mendapatkan 337 suara sementara KH Said Agil Siradj mendapatkan 210 suara dalam pemilihan Ketua PB NU di Lampung
WARTAKOTALIVE.COM, LAMPUNG - KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya terpilih menjadi Ketua Umum PBNU 2021-2026.
Gus Yahya menjadi Ketua Umum PBNU 2021-2026 usai mengantongi 337 suara dalam pemungutan suara di GSG Unila, Jumat pagi (24/12/2021).
Simak Video Berikut :
Sementara Said Aqil Siradj hanya mendapatkan 210 suara.
Sebelumnya Gus Yahya dan Said Aqil Siradj resmi menjadi Calon Ketum PBNU setelah mendapat suara terbanyak dari muktamirin.
Adapun hasil perhitungan pemungutan suara Calon Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 sebagai berikut.
KH Yahya Cholil Staquf mendapat 337 suara.
KH Said Aqil Siradj mendapat 210 suara.
Baca juga: DAFTAR Lengkap Ketua Umum PBNU Sejak 1926, Yahya Cholil Staquf Jadi yang ke-11
Baca juga: BREAKING NEWS: Raih 337 Suara, Yahya Cholil Staquf Jadi Ketua Umum PBNU 2021-2026
KH As'ad Said Ali mendapat 17 suara.
KH Marzuqi Mustamar mendapat 1 suara.
Ramadan mendapat 1 suara.
Ramadan mendapat 1 suara.
Pemilihan Ketua Umum PBNU Sedang berlangsung di arema Muktamar ke-34 NU.
Pada putaran pertama pemilihan bakal calon, tiga nama bersaing KH Asad Ali, KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf.
Yahya Staquf meraih 327 suara sedangkan Said Aqil Siradj meraih 203 suara
Putaran kedua, KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf
Yahya Staquf Ungguli KH Said Agil dan Asad Ali Balon Ketua Umum PBNU, KH Miftachul Akhyar Rais Aam
Proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah berlangsung di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Bandar Lampung, Jumat, 24 Desember 2021 pagi.
Hingga pukul 08.30 WIB, proses penghitungan suara masih berlangsung, untuk menentukan apakah KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengalahkan kandidat petahana KH Said Aqil Siradj?
Pada putaran pertama, fase penjaringan calon ketua, terapt tiga bakal calon ketua umum PBNU. Mereka adalah KH Asad Ali, KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf.
Setelah proses penghitungan suara, yang berlangsung sejak sekitar pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 07.00 WIB, Gus Yahya mendapatkan suara terbanyak dalam putaran pertama pemilihan bakal Calon Ketum PBNU.
Dikutip Wartakotalive.dom dari TribunLampung.co.id, pada penjaringan bakal calon ketua umum, di arena Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34, Gus Yahya meraih suara terbanyak.
Gus Yahya mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid alais Gus Dur, meraih suara terbanyak 327. Adapun kandidat petahana yang sudah dua periode menjabat Ketua UMUM PBNU KH Said Aqil Siradj meraih sebanyak 203 suara.
Proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga Jumat, 24 Ddesember 2021, pukul 08.30 ini masih berlangsung dalam Muktamar ke-34 NU di Universitas Lampung.
Baca juga: Bareng Gus Miftah di Lampung,Nikita Mirzani Komentari Muktamar NU,Berharap Muncul Pendakwah Milenial
Baca juga: VIDEO : LIVE Penghitungan Calon Ketua Umum PBNU, 3 Nama Tokoh Bersaing
Proses pertama dilalui dengan menjaring bakal calon untuk kemudian ditetapkan menjadi calon Ketua Umum PBNU.
Dalam penghitungan suara bakal calon Ketua Umum PBNU ada tiga nama yang muncul.
Ketiganya, yakni KH Said Aqil Siradj, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan KH Asad Ali.
Pantauan Tribunlampung.co.id, Jumat (24/12/2021) di ruang sidang pleno GSG Unila, suara Said Aqil dan Yahya Staquf bersaing ketat dalam perhitungan suara tersebut.
Keduanya saling mengejar, sesuai yang disebutkan oleh Ketua Sidang Pleno dan Ketua Umum PBNU, Prof Mukri.
Sementara, As'ad Ali sejuah ini baru mendapat sedikit suara.
Baca juga: Sidang Pleno Muktamar NU Memanas, Hujan Interupsi dari Muktamirin, Dua Tokoh Tinggalkan Ruang Sidang
Untuk diketahui, total ada 587 suara gabungan dari PWNU, PCNU, dan PCINU.
587 suara tersebut telah disalurkan menggunakan kertas tertulis yang dimasukan dalam kota suara.
Putaran Kedua
Dua Calon Ketum PBNU yakni KH Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf menyatakan siap melanjutkan proses pemilihan melalui voting.
Hal itu disampaikan dalam ruang sidang pleno pemilihan ketua umum PBNU sesuai penghitungan suara bakal calon selesai di GSG Unila, Jumat (24/12/2021).
Said Aqil menyatakan siap "bertarung" dalam Muktamar NU 2021, meski perolehan suaranya di bawah Yahya Cholil Staquf.
Kata dia, itu sebagai bentuk menghargai para pendukungnya yang sudah memberikan suara.
"Dengan ini dan berdasarkan suara hadirin maka saya bersedia melanjutkan proses pemilihan. Fastabiqul khoirot, apapun hasilnya harus kita terima dengan legowo," kata Said Aqil.
Sementara itu, Gus Yahya peraih suara terbanyak juga menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pemilihan melalui proses voting.
"Dengan ini saya menyatakan kesediaan sebagai calon ketua PBNU dan saya bersedia melanjutkan proses pemilihan," kata Yahya Staquf.
Sebelumnya, Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siradj resmi menjadi Calon Ketum PBNU.
Hal tersebut sesuai hasil penghitungan suara bakal calon ketua umum yang dilakukan di GSG Unila Jumat, (24/12/2021).
Yahya Staquf meraih 327 suara. Sementara Said Aqil Siradj meraih 203 suara.
Keduanya dipastikan akan melenggang sebagai kandidat ketua PBNU periode 2021-2026.
Untuk tiga bakal calon lainnya, As'ad Ali, KH Marzuki Mustamar, dan Ramadan, dipastikan tidak lolos dalam bursa pencalonannya.
Berdasarkan mekanisme pencalonan, ada syarat minimal dukungan untuk bisa ditetapkan sebagai calon Ketua Umum, yakni minimal mengantongi 99 suara.
"Siapa saja yang mencapai 99 suara atau lebih dari 99 suara itu yang masuk calon Ketum," kata Ketua SC Panitia Muktamar M Nuh.
"Yang dapat 99 suara tadi itu kemudian diminta untuk musyawarah di antara mereka," imbuh M Nuh.
Lantunkan Selawat
Para muktamirin pendukung Gus Yahya pun langsung merayakannya dengan melantunkan selawat.
Para muktamirin yang tidak bisa masuk kedalam ruangan panitia membuka nonton bareng (nobar) di samping halaman GSG Unila, Jumat (24/12/2021).
Tampak para pendukung Calon Ketum PBNU sangat tegang saat menonton perhitungan suara tersebut.
Para penonton baik usia tua muda sangat antusias.
Melalui layar televisi berukuran 41 inch, para penonton dengan seksama menyaksikan perhitungan yang dilakukan panitia.
Para penonton langsung berteriak setelah mengetahui Gus Yahya unggul.
"Alhamdulillah Allahu akbar," seru para penonton yang dilanjutkan selawat secara terus menerus.
KH Miftachul Akhyar Terpilih Menjadi Rais Aam
Agenda penting lain dalam muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama adalah pemilihan Rais Aam.
Kamis malam hingga Jumat dini hari, dilangsungkan pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Musyarawah mufakat ditempuh 9 kiai sepuh yang tergabung dalam tim ahlul halli wal aqdi (AHWA).
Pemilihan Rais Aam akan menggunakan sistem ahlul halli wal aqdi (AHWA). Sistem AHWA adalah mekanisme yang diterapkan untuk memilih Rais Aam PBNU oleh 9 ulama senior dengan cara musyawarah mufakat.
AHWA beranggotakan 9 ulama NU senior yang dipilh dengan kriteria beraqidah Ahlussunnah wal Jamaah al Nahdliyah, wara', zuhud, bersikap adil, berilmu (alim ), integritas moral, tawadlu', berpengaruh, dan mampu memimpin.
KH Miftachul Akhyar terpilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat (24/12/2021) dini hari.
Penetapan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dicapai melalui musyarawah mufakat 9 kiai sepuh yang tergabung dalam tim AHWA.
Satu di antara 9 kiai sepuh itu adalah Ma'ruf Amin yang saat ini menjabat Wakil Presiden RI.
KH Miftachul Akhyar yang lahir 30 Juni 1953 sejatinya sudah menjabat sebagai Pj Rais Aam PBNU sejak 22 September 2018.
Ia menggantikan KH Ma'ruf Amin yang resmi mengundurkan diri dari jabatan Rais Am PBNU.
Ma'ruf Amin mundur karena maju menjadi Calon Wakil Preside di Pilpres 2019 bersama Calon Presiden Ir Joko Widodo.
KH Miftachul saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.
Ia ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI dalam Musyawarah Nasional (Munas) X MUI di Jakarta, Jumat 27 November 2020 dini hari.
Kiai Miftachul aat ini juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.(*)
(Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra/Tribunnews.com/Deni Reza)
Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Gus Yahya Raih Suara Terbanyak di Putaran Pertama, Muktamirin Rayakan dengan Selawat, https://lampung.tribunnews.com/2021/12/24/gus-yahya-raih-suara-terbanyak-di-putaran-pertama-muktamirin-rayakan-dengan-selawat dan artikel berjudul Muktamar NU 2021, Said Aqil dan Yahya Cholil Siap Lanjutkan Proses Pemilihan Lewat Voting, https://lampung.tribunnews.com/2021/12/24/muktamar-nu-2021-said-aqil-dan-yahya-cholil-siap-lanjutkan-proses-pemilihan-dengan-voting?page=all serta artikel dengan judul Muktamar NU, KH Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU, https://lampung.tribunnews.com/2021/12/24/muktamar-nu-kh-miftachul-akhyar-terpilih-jadi-rais-aam-pbnu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pbnu-hasil-muktamar.jpg)