Selasa, 5 Mei 2026

Mochtar Mohamad Prediksi Ada 3 Poros Koalisi di Pilpres 2024

Hal tersebut menurut Mochtar akan mempengaruhi terbentuknya poros-poros koalisi lain di Pilpres 2024.

Tayang:
Istimewa
Laskar Ganjar-Puan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, maka Pilpres akan dilaksanakan pada tahun 2024 dan bersamaan dengan pemilihan legislatif.

Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar-Puan, H Mochtar Mohamad memandang, dalam kontestasi ini pengaruh ekor jas (coat tail effect) dari partai yang bisa mengusung calon presiden atau wakil presiden, akan membuat setiap partai memaksakan kadernya demi mendapatkan hasil suara maksimal di pemilihan legislatif.

Sementara syarat untuk dapat mencalonkan presiden (presidential threshold) adalah 115 kursi di DPR RI.

Karenanya kata Mochtar saat ini hanya PDI Perjuangan saja yang memiliki syarat lebih dari cukup untuk bisa mencalonkan sendiri calon Presiden dan Wakil Presiden, tanpa koalisi dengan partai politik lain.

PDIP memiliki 128 Kursi di DPR RI.

Hal tersebut menurut Mochtar akan mempengaruhi terbentuknya poros-poros koalisi lain di Pilpres 2024.

Menurutnya ada beberapa poros koalisi yang akan terjadi di Pilpres 2024.

"Poros pertama adalah poros Teuku Umar. Megawati Soekarnoputri dengan PDI Perjuangan memiliki 128 Kursi DPR RI dan sudah memenuhi syarat mencalonkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden sendiri tanpa koalisi," ujar Mochtar Mohamad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/12/21).

Baca juga: Shin Tae-yong Akui Skuad Timnas Tidak Maksimal di Laga Leg Pertama Semifinal Lawan Singapura

Baca juga: Anggota Fraksi PDIP di DPR Wajib Bagikan Paket Sembako Pakai Tas Bergambar Puan Maharani

Baca juga: Ayah Nirina Zubir Bolak-balik Dirawat di RS Sebelum Meninggal, Mulai Stroke Sejak Kasus Mafia Tanah

“Partai lain bisa saja bergabung dengan PDI Perjuangan. Diantaranya adalah partai-partai koalisi pemerintahan Jokowi saat ini, yang tidak mencalonkan kadernya pada Pilpres nanti. Sedangkan capres yang mungkin muncul dalam poros ini adalah pasangan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani,” tambah Mochtar.

Sedangkan Poros kedua, kata Mpchtar adalah poros Hambalang.

Dimana Prabowo Subianto bersama Partai Gerindra memiliki 78 Kursi di DPR RI dan membutuhkan partai lain untuk berkoalisi agar mendapatkan tiket pilpres di tahun 2024.

"Gerindra bisa saja bersama-sama membangun koalisi dengan Partai Golkar yang memiliki 85 Kursi di DPR RI, sehingga mencukupi ambang batas pencalonan seorang Presiden dan Wakil Presiden," ujarnya.

Baca juga: Cek Persiapan Ibadah Natal, Polsek Sawah Besar Tinjau Protokol Kesehatan di Sejumlah Gereja

Baca juga: Anis Matta: Partai Gelora Tolak Presidential Threshold pada Pemilu dan Pilpres 2024

Baca juga: Said Aqil Siraj Jamin Tak Ada Pesantren dan Dai NU Terpapar Paham Radikal

“Sedangkan calon yang mungkin akan muncul dari poros ini adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Ketua Umum Partai berlambang Beringin sendiri, yakni Airlangga Hartarto,” jelasnya.

Terakhir, kata Mochtar adalah poros ketiga yaitu poros Cikeas. Dimana Susilo Bambang Yudhoyono dengan Partai Demokratnya.

Demokrat dengan 54 Kursi DPR RI belum cukup untuk mendapatkan tiket Pilpres.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved