Selasa, 19 Mei 2026

Pilpres 2024

Pendukung Sandiaga Uno Nilai Gerindra Harusnya Berikan Acungan Jempol Kadernya Didukung Pihak Luar

Menurutnya, dukungan tersebut murni datang dari pihaknya, untuk mendorong Sandiaga Uno menjadi pemimpin di masa depan.

Tayang:
HO
Arif Fahrudin, Koordinator Forum Ijtima Ulama dan Pemuda lslam Indonesia, menepis tudingan rekayasa dukungan untuk Sandiaga Uno di Pilpres 2024. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Arif Fahrudin, Koordinator Forum Ijtima Ulama dan Pemuda lslam Indonesia, menepis tudingan rekayasa dukungan untuk Sandiaga Uno di Pilpres 2024.

Menurutnya, dukungan tersebut murni datang dari pihaknya, untuk mendorong Sandiaga Uno menjadi pemimpin di masa depan.

“Dalam menentukan kepemimpin itu bukan hanya politisi, tapi rakyat jelata, ulama, kiai, dan seluruh elemen bangsa bisa menyuarakannya."

Baca juga: Bahar Smith Dipolisikan Atas Dugaan SARA, Aziz Yanuar Minta Semua Pihak Menahan Diri dan Tabayun

"Saya tidak paham ada pernyataan rekayasa," kata Arif Fahrudin saat dihubungi Tribunnews, Minggu (18/12/2021).

Kata Arif, para ulama dan pemuda Islam memiliki tanggung jawab dalam menentukan kepemimpin bangsa ke depan.

Menurutnya, Sandiaga dipilih karena merupakan sosok yang pas menjadi pemimpin di masa depan, berdasarkan sejumlah pertimbangan.

Baca juga: Dasco: Gerindra Tak Kenal Oligarki Seperti Partai Lain, Bapaknya Mendirikan, Anaknya Jadi Ketum

Sandiaga dinilai mewakili sosok milenial, tidak memiliki masalah keagamaan, akhlaknya bagus, dan dinilai bisa membawa perekonomian ke arah yang lebih baik untuk bangsa Indonesia.

Sandiaga pun dinilai memiliki etos kerja yang baik.

"Melihat dari semuanya, beliau dinilai paling siap," ujarnya.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 20 Desember 2021: Dosis Pertama 151.775.597, Suntikan Kedua 107.180.178

Menyikapi adanya pernyataan rekayasa, ia menganggap hal tersebut sebagai dinamika politik.

Harusnya, dukungan terhadap Sandiaga dari pihak luar diacungi jempol koleganya.

"Ibarat kalau kita kepala rumah tangga, terus anggota keluarganya ada banyak yang ngefans. Harusnya anggota keluarganya yang lain mengacungi jempol," ucapnya.

Baca juga: Siti Zuhro: Pilih Capres Hanya karena Popularitas Sangat Sesat

Aspirasi ulama untuk mendukung Sandiaga saat ini sudah dilaksanakan di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Barangkali animo dan kontribusi pemikiran kiai serta pemuda Islam bisa saja se-Indonesia. Kita lihat saja perkembangan aspirasinya,” beber Arif.

Kamrussamad sebelumnya menuding deklarasi dukungan sejumlah ulama kepada Sandiaga Uno maju di Pilpres 2024, adalah upaya merekayasa forum Ijtima Ulama.

Baca juga: Perkaya Literasi Sejarah Pendakwah Terdahulu di Tanah Air, Pengurus Pertama MMA Dilantik

Kamrussamad khawatir Sandiaga sengaja mengeksploitasi identitas ulama, sehingga berpotensi memecah belah bangsa.

"Upaya rekayasa forum Ijtima Ulama DKI Jakarta (deklarasi Oktober 2021) dan forum Ijtima Ulama Jawa Barat (deklarasi Desember 2021) merupakan tindakan berpotensi menimbulkan politik identitas sebagai pemecah belah bangsa," kata Kamrussamad, Kamis (16/12/2021).

Kamrussamad mengingatkan bahwa tantangan Umat Islam saat ini bukanlah deklarasi calon presiden (capres).

Baca juga: Kasus Pertama Omicron di Indonesia Diduga Ditularkan WNI yang Pulang dari Nigeria pada 27 November

Tapi, kesulitan ekonomi karena kehilangan lapangan pekerjaan akibat Covid-19.

"Sedangkan tantangan ulama saat ini adalah membangun kembali citra pondok pesantren sebagai Pusat Majelis ilmu dan Pusat Pembentukan Akhlak Mulia bagi santri kader umat yang akhir ini tercoreng oleh Perbuatan HW di Bandung," paparnya.

Kamrussamad mengingatkan para ulama dan masyarakat untuk mencari tahu kontribusi Sandiaga terhadap perjuangan Umat Islam.

Baca juga: Muhadjir Effendy: Jokowi Pemimpin Luwes, Adaptif, dan Berani Buat Terobosan

Menurutnya, penelusuran rekam jejak Sandiaga terhadap Umat Islam perlu dilakukan.

"Para ulama dan umat juga harus mengetahui sosok Sandiaga yang sebenarnya, jangan melihat cover saja."

"Track record-nya (Sandiaga) dalam 20 tahun terakhir ini, jejak dan kontribusinya terhadap perjuangan umat apa saja."

Baca juga: Lelah Nyaris Menang, Gerindra Bakal Bentuk Badan Saksi untuk Pemilu 2024

"Saya khawatir ulama kita belum sepenuhnya mengetahui jejak sesungguhnya sosok Sandiaga, karena itu perlu tabayun lebih dahulu," ucap Kamrussamad.

Atas dasar itu, Kamrussamad mengimbau agar para tokoh agama dan ulama menghindari aktivitas yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

"Dan mari kita fokus menjaga persatuan umat, menjaga wibawa dan kharisma ulama serta mengembalikan citra ponpes sebagai pusat peradaban Islam," ucapnya. (Reza Deni)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved