Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Regional

Gempa Susulan di Maumere, Warga Panik dan Berhamburan Mengungsi

Guncangan gempa besar itu membuat warga berlarian dari kantor ke rumah guna melihat kondisi keluarga.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Pos Kupang
Warga Kota Maumere, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menyelamatkan diri setelah terjadinya gempa, Selasa (14/12/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, MAUMERE- Gempa bumi 7,4 skala Richter mengguncang barat laut Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021) pukul 10.36 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, tsunami telah terdeteksi di Marapokot dan Reo, dengan ketinggian, 0,7 meter.

Gempa ini berpusat di 113 kilometer barat laut Larantuka.

Sementara itu, di Kota Maumere, Kabupaten Sikka pada, Selasa, 14 Desember 2021 siang, gempa sempat menggegerkan warga di siang hari dan membuat warga berhamburan keluar dari rumah.

Baca juga: Elektabilitas Erick Thohir Terkerek Naik Dampak Kinerja Kementerian BUMN yang Dianggap Moncer

Gempa pada siang hari ada dua kali goyangan yang sungguh menggagetkan warga.

Pasalnya, goyangan pertama sangat deras disusul goyangan kedua.

Setelah siang, pada sore hari ada dua kali goyangan yang membuat warga semakin panik dan terus mengungsi serta meninggal rumah.

Guncangan gempa besar itu membuat warga berlarian dari kantor ke rumah guna melihat kondisi keluarga.

Baca juga: Polisi-TNI Yapen Sergap Anggota OPM di Ambiaidiru, Amankan Senjata Api hingga Dokumen Penting

Bahkan suasana jalan sempat macet karena semua warga berlarian ke rumah.

Bahkan ada warga yang mengungsi ke tempat yang tinggi, bukit dan gunung. Bukan saja itu, kepanikan bertambah lagi dengan adanya isu tsunami.

Warga pun membawa pakaian seadaanya ke lapangan dan tempat yang tinggi.

Kepanikan warga menjadi-jadi karena ada informasi kalau air laut sudah naik. Isu air laut sudah naik membuat warga mengevakuasi keluarga ke tempat yang jauh dari pantai.

Bahkan warga di pesisir pantai utara pun menghindar dan berlarian ke rumah keluarga dan tempat yang aman.

Mama Yohana, warga Kampung Garam, Kota Uneng kepada wartawan pasca gempa mengatakan, ia dan anaknya memilih ke rumah keluarga di Ilegetang, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

“Saya dan dua anak saya ke Ilegetang biar lebih aman. Gempa cukup keras kami semua di Kampung Garam lari dari dalam rumah dan cari tempat yang mana. Gempanya cukup keras,” kata Mama Yohana. 

Baca juga: Kepala BMKG Pastikan Gempa 7,4 SR di NTT Tak Dipengaruhi Aktivitas Gunung Semeru

Ia mengaku, ia meninggalkan semua barang di rumah karena takut ada gempa susulan dan tsunami.

“Saya hanya bawa anak-anak dan pakaian seadannya saja,” papar Mama Yohana.

Pemkab Sikka melalui Bupati Sikka,BPBD Sikka, Polres Sikka dan Kodim serta Lanal Maumere terus mengimbau warga kembali ke rumah tapi ada warga yang tetap mau ke tempat yang aman dan jauh dari pantai. Bahkan ada yang mau menetap di Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari Maumere.

Penjelasan BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau kondisi pascagempa di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Seperti diketahui gempa dengan magnitudo (M) 7,4 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (14/12/2021), pukul 12.20 waktu setempat atau 10.20 WIB.

Masyarakat di beberapa kabupaten merasakan guncangan kuat gempa tersebut. Parameter gempa berada pada 112 km barat laut Kota Larantuka, NTT, dengan kedalaman 10 km.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB memantau kondisi pascagempa melalui Badan Penanggulangan BPBD.

"Laporan terkini pada pukul 11.28 WIB, guncangan kuat dirasakan warga Flores Timur. Mereka panik hingga berhamburan keluar rumah. Selain di Flores Timur, guncangan kuat juga dirasakan warga Sikka, Lembata, dan Manggarai. Masyarakat di Lembata sempat panik meskipun kondisi saat ini sudah kondusif," kata Abdul Muhari, dalam keterangannya.

Data dampak sementara di NTT, satu warga mengalami luka-luka di Kabupaten Manggarai. Warga sudah mendapatkan pertolongan oleh petugas di lapangan.

Baca juga: VIDEO : Pasca Gempa, Warga Panik Berlarian di RSUD Bantaeng, Sulawesi Selatan

Baca juga: Paket Karantina di Hotel Tembus Rp11 Juta untuk 10 Malam, Pemerintah Diminta Tetapkan Harga Maksimal

Baca juga: JKN-KIS Jamin Layanan Kesehatan Tanpa Batas Usia

Guncangan gempa M7,4 dirasakan juga masyarakat di Kota Makassar dan Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut informasi BPBD Kabupaten Selayar, terdapat kerusakan Gedung sekolah pihak BPBD masih melakukan pendataan di lokasi terdampak.

Sementara itu, BMKG masih mengeluarkan potensi tsunami berdasarkan pemodelan di beberapa wilayah NTT, yaitu Flores Timur, bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata.

Status peringatan adalah waspada yang merujuk pada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang berada pada status ini diharapkan memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.

Baca juga: Diduga Hina Nabi Muhammad Joseph Suryadi Viral di Twitter, Ini Kronologinya

Baca juga: Andalkan JKN-KIS, Bobby Tepis Keraguan untuk Berobat

Baca juga: Haji Lulung Meninggal, Begini Suasana di Rumah Duka, Kerabat, Pejabat hingga Ormas Mulai Berdatangan

BMKG menginformasikan estimasi tiba tsunami dengan waktu berbeda pada wilayah-wilayah tersebut.

Berdasarkan pengamatan muka air laut dari Badan Informasi Geospasial (BIG), tsunami minor terdeteksi di Marapokot dan Reo dengan ketinggian 7 cm.

Berdasarkan data kegempaan pada parameter lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG merilis bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Laut Flores.

Baca juga: Pemasangan Cincin di Jantung Haji Lulung Akibatkan Pembulu Darah Tidak Mengalir dengan Baik

Di sampingi itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip.

Parameter lain dengan skala MMI atau modified mercally intensity, BMKG merilis guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata III-IV MMI, sedangkan Tambolaka, Waikabubak, dan Waingapu III MMI.

Gempa susulan tercatat hingga pukul 11.40 WIB menunjukkan adanya 15 aktivitas gempa susulan dengan maksimum M 5,6

Sebagian artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved