Andalkan JKN-KIS, Bobby Tepis Keraguan untuk Berobat

Bobby merupakan peserta JKN-KIS yang menjadikan JKN-KIS sebagai penjamin layanan kesehatan.

istimewa
Bobby tak ragu lagi terkait biaya ketika berobat setelah ia menjadi peserta JKN-KIS. 

WARTAKOTALIVE.COM - Menjalani pengobatan hingga ke rumah sakit apalagi harus menyambangi dokter spesialis untuk pemeriksaan lanjutan terkadang menjadi suatu kekhawatiran tersendiri.

Selain karena rasa takut atas penyakit yang dialami, tak jarang juga yang khawatir masalah biaya yang timbul.

Karena ketika berobat biaya yang dikeluarkan bukan hanya tarif dokter namun juga tarif lainnya seperti laboratorium, pengecekan darah, dan obat atau pemeriksaan tambahan lainnya.

Begitulah kekhawatiran yang juga sempat dirasakan Bobby Hardi (22) seorang karyawan swasta yang tinggal di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

“Ya khawatir pasti ada, namanya kita sakit dan berobat ke dokter itu kan pasti ada saja biaya yang harus dikeluarkan. Jadi terkadang khawatirnya dobel. Harus berpikir kira-kira apa saja nih yang harus disiapkan secara finansial, cukup atau tidak,” ujarnya.

“Makanya sejak awal pemeriksaan pun cukup ragu juga mau berobat. Tapi ya, lillahita’ala aja akhirnya karena memang sudah tidak tertahankan,” ungkap Bobby ketika menceritakan pengalaman pertamanya saat akan berobat.

Bobby merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Awalnya ia berpikir bahwa ketika memang harus sampai rujukan ke rumah sakit ia merasa pasti akan ada biaya yang nanti dia keluarkan.

Namun setelah dirinya memutuskan untuk berobat ke fasilitas kesehatan dan menjadikan JKN-KIS sebagai penjamin layanan kesehatannya, kekhawatiran itupun akhirnya menjadi semakin memudar.

Ketika diperiksa di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) selama beberapa kali dan akhirnya perlu dilakukan rujukan ke spesialis penyakit dalam, ia mengikuti prosedur yang disampaikan oleh pihak FKTP.

“Saya bersyukur sekali selama proses ini pelayanan yang saya dapatkan baik sekali. Saat saya menerima rujukan ke rumah sakit, saya segera membawa surat rujukan tersebut dan kartu JKN-KIS hanya bermodal itu saja. Lalu saya ke dokter spesialis penyakit dalam dan benar-benar di sana pun saya tidak ada kesulitan,” ungkap Bobby.

Ia pun menyarankan untuk selalu mengikuti prosedur yang ada. “Ikut antrean seperti biasa lalu dipanggil dokter. Waktu ke bagian administrasi saya agak khawatir nih, ada yang perlu dibayar tidak ya? Tapi ternyata aman saja, saya bawa kartu berobatnya ke kasir, di situ langsung dikasih kwitansi lunas dan saya ke bagian apotek untuk mengambil obat yang diresepkan oleh dokter,” ujar Bobby.

Bobby berharap, agar program JKN-KIS terus ada dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Ia merasa bahwa program ini bermanfaat sekali dan bisa mengurangi beban finansial bagi mereka yang ingin melakukan pengobatan penyakit.

Sistem gotong royong yang ditetapkan ini membantu juga bagi masyarakat lainnya yang sakit sehingga bisa menjadi ladang amal juga.

“Ketika kita sehat, iuran kita akan membantu pengobatan orang lain dan ketika kita sakit iuran mereka yang sehat pun menjadi bantuan bagi kita yang berobat,” pungkas Bobby. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved