Gempa NTT

Gempa 7,4 SR di Larantuka NTT, BMKG Deteksi Tsunami 0,7 Meter di Marapokot dan Reo

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, tsunami telah terdeteksi di Marapokot dan Reo, dengan ketinggian, 0,7 meter.

Penulis: Yaspen Martinus | Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Gempa bumi 7,4 skala Richter mengguncang barat laut Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021) pukul 10.36 WIB. 

WARTAKOTALIVE, LARANTUKA - Gempa bumi 7,4 skala Richter mengguncang barat laut Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021) pukul 10.36 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, tsunami telah terdeteksi di Marapokot dan Reo, dengan ketinggian, 0,7 meter.

Gempa ini berpusat di 113 kilometer barat laut Larantuka.

Baca juga: Tak Mau Kompromi, Luhut Pastikan Orang yang Pulang dari Luar Negeri Dikarantina 10 Hari

Dikutip dari Pos Kupang, gempa membuat para peserta yang hadir dalam acara desiminasi hasil project akta kelahiran kolaborasi Dukcapil Ende dan Childfund Internasional di Indonesia lari berhamburan dari lantai 2 aula kantor bupati Ende.

Peserta yang panik berdesakan di pintu keluar aula garuda.

Guncangan yang cukup besar membuat plafon aula kantor bupati roboh.

Para peserta dan pegawai Pemkab Ende berkumpul di halaman tengah kantor bupati Ende.

Masyarakat juga panik saat ada yang berteriak 'air laut naik'.

Peserta dan masyarakat memenuhi Jalan El Tari Ende.

Baca juga: Cegah Omicron, Status Orang dari Luar Negeri di PeduliLindungi Bakal Berwarna Hitam Selama Karantina

Hingga saat ini kondisi bangunan dan juga peserta talkshow childfund internasional dalam kondisi baik.

Guncangan gempa juga dirasakan oleh warga di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT.

Para pegawai di kantor-kantor Instansi di Kota Ruteng berhamburan keluar kantor untuk menghindari jika terjadi bangunan runtuh.

Baca juga: Luhut Pastikan Omicron Belum Ditemukan di Indonesia

Terdengar ada teriakan 'gempa' dari masyarakat dan pegawai yang sedang lari berhamburan.

Warga langsung menelepon keluarga di rumahnya untuk waspada dengan menghindar keluar dari dalam rumah, dan mencari tempat terbuka dan aman.

Monika salah satu warga kepada POS-KUPANG.COM, mengaku panik sebab guncangan gempa itu cukup besar.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 13 Desember 2021: 278 Pasien Sembuh, 106 Orang Positif, 12 Wafat

"Saya benar-benar panik, saya rasa gempa saya langsung panggil teman-teman keluar dari ruangan kerja untuk selamatkan diri,"ungkap Monika dengan nada ketakutan.

Monika juga berharap agar tidak terjadi bercanda yang membawa korban akibat gempa ini.

"Lokasi dimana gempa itu e, mudah-mudahan tidak ada terjadi apa-apa. Tuhan tolong kami," ucap Monika. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved