Virus Corona

Cegah Omicron, Status Orang dari Luar Negeri di PeduliLindungi Bakal Berwarna Hitam Selama Karantina

Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya varian Covid-19 Omicron, yang hingga kini belum ditemukan di Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terus melakukan evaluasi proses karantina pelaku perjalanan luar negeri. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terus melakukan evaluasi proses karantina pelaku perjalanan luar negeri.

Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya varian Covid-19 Omicron, yang hingga kini belum ditemukan di Indonesia.

Terutama, memastikan pelaksanaan karantina dilakukan secara disiplin.

Baca juga: Anggota Komisi II DPR Bantah Sepakat dengan Pemerintah Pemilu 2024 Digelar pada 15 Februari

"Salah satu kebijakan yang akan dilakukan adalah mengubah status PeduliLindungi pelaku perjalanan luar negeri menjadi hitam selama periode karantina," ungkapnya dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/12/2021).

Berikut ini arti warna barcode dan artinya pada Aplikasi PeduliLindungi.

Merah:

Pengunjung belum melakukan vaksinasi Covid-19 atau bisa juga pengunjung merupakan kontak erat dengan pasien Covid-19.

Mereka yang memiliki status warna ini tidak dibolehkan masuk ke tempat umum atau area publik yang menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Kuning:

Pengunjung sudah mengikuti vaksinasi dosis pertama.

Mereka yang berkategori ini diperbolehkan masuk dengan verifikasi petugas.

Pengunjung kategori ini wajib menerapkan protokol kesehatan.

Hijau:

Pengunjung sudah melakukan vaksinasi dosis satu dan dua alias lengkap.

Pengunjung dengan kategori ini diperbolehkan mengakses fasilitas umum.

Hitam:

Pengunjung dalam kondisi positif Covid-19, atau pengunjung merupakan kontak erat dengan pasien Covid-19.

Pengunjung yang memilik warna barcode ini tidak bisa masuk ke tempat umum.

Pemerintah akan menindak tegas pengunjung kategori ini bila memaksa masuk fasilitas umum. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved