Dugaan Pelecehan Oleh Dosen ke Mahasiswa, UNJ Akan Terapkan Peraturan Baru

Syaifudin mengatakan bahwa pihaknya sekarang ini sedang menyiapkan peraturan baru agar bisa mencegah kekerasan seksual

Agustin Setyo Wardani
Kampus Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, ramai oleh mahasiswa yang berkumpul bersama rekan-rekannya, Rabu (28/5/2014). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Jakarta Timur membuat peraturan baru pascadugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya, yang dilakukan oleh seorang oknum dosen laki-laki berinisial DA. 

Kepala Divisi Media Humas UNJ, Syaifudin mengatakan bahwa pihaknya sekarang ini sedang menyiapkan peraturan baru agar bisa mencegah kekerasan seksual di lingkungan mereka.

"UNJ sedang mempersiapkan Peraturan Rektor Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan UNJ," ungkap Syaifudin, Kamis (9/12/2021). 

Menurutnya, peraturan tersebut saat ini masih draf namun nantinya menjadi dasar pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang bakal dibentuk.

Hal tersebut sebagai bentuk tindak lanjut atas kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswi melalui pesan teks atau sexting saat meminta bimbingan. 

"Tinggal disahkan saja nanti di Senat, saat ini masih draf," ungkapnya.

Syaifudin menambahkan UNJ akan memberikan perlindungan dan pendampingan psiko-sosial bagi setiap korban kekerasan seksual setelah sebelumnya melaporkan dugaan tersebut. 

“Bagi sivitas UNJ yang merasa menjadi korban kekerasan seksual di lingkungan UNJ dapat menghubungi unit kerja, fakultas, atau program studi,” tuturnya. 

Baca juga: 600 Sumur Resapan Proyek Bodoh Kepung Jakarta Barat, 41 Ada di Satpas SIM Daan Mogot

Baca juga: Atribut dan Gardu Ormas Liar di Pamulang Ditertibkan

Baca juga: Evaluasi, Dirut Transjakarta Kumpulkan Seluruh Operator dan Sopir

Terkait kasus dugaan pelecehan seksual, UNJ sudah melayangkan pemanggilan kepada pihak terkait untuk pemeriksaan dan akan memberi sanksi kepada pihak yang terbukti bersalah. 

"Dalam menyelesaikan permasalahan kekerasan seksual UNJ berpegang pada asas praduga tak bersalah dengan memanggil terlebih dahulu pihak terkait untuk menelusuri permasalahan," ujarnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved