Sidang Valencya

Rieke Diah Pitaloka Minta Penegak Hukum Belajar pada Kasus Valencya, Kaum Perempuan Harus Lantang

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka meminta kaum wanita lantang bersuara atas penindasan ayng dialami, dan penegak hukum tak main-main

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota
Valencya didampingi Politisi PDIP, Rieke Dyah Pitaloka di Pengadilan Negeri Karawang, Jawa Barat, Kamis (2/12/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Aktivis perempuan sekaligus anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan rasa syukur atas vonis bebas majelis hakim terhadap Valencya yang dilaporkan mantan suaminya perkara KDRT Psikis.

Rieke yang turut mendampingi Valencya menyatakan vonis bebas yang diraih itu membuktikan keadilan masih bisa didapatkan pada hukum di Indonesia.

Sebab, jika digali lebih dalam Valencya justru yang menjadi korban penderitaan mantan suaminya selama 20 tahun usia pernikahan.

Baca juga: Niat Maju Pilpres 2024, Tahun Depan Ridwan Kamil Bakal Masuk Parpol, Pilih yang Paling Pancasilais

"Ini pelajaran kita semua terutama penegak hukum juga hari ini adalah contoh sistem peradilan yang kita kawal bersama. Betul kita tidak bisa mengintervensi hukum tapi rasa keadilan publik menjadi inti dari penegak hukum," ujar Rieke, pada Jumat (3/12/2021).

Menurut Rieke, kasus Valencya yang sempat dituntut satu tahun penjara itu atas perkara KDRT psikis oleh mantan suaminya Chan Yung Ching dan kemudian dicabut tuntutannya oleh jaksa serta divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Karawang menjadi pelajaran untuk perempuan.

Para perempuan jangan pernah takut menyuarakan kebenaran demi mendapatkan keadilan.

"Kepada korban dan untuk siapa pun di luar sana untuk jangan takut bicara. Perkara ini kita membuktikan, masih ada polisi yang baik, jaksa yang baik, hakim yg baik, terima kasih," ungkapnya.

Baca juga: Prof Tjandra Yoga Aditama Desak Pemerintah Terapkan Mitigasi Berlapis untuk Hadapi Varian Omicron

Rieke mengungkapkan, vonis bebas Valencya juga merupakan dukungan dari semua pihak, bagaimana peran penting media massa dan publik di media sosial.

"Kita bisa membuktikan ternyata media memang memiliki peran penting dalam penegakan keadilan dalam sistem demokrasi kita. Ini pelajaran kita semua terutama penegak hukum juga ini adalah contoh sistem peradilan yang kita kawal bersama," katanya.

Rieke juga mengungkapkan, bahkan dalam petisi yang dibuatnya dan diberi judul save Valencya tersebut juga terkumpul 7000 lebih dukungan hanya dalam waktu dua hari.

"Kekuatan publik menjadi inti dari peradilan ini. Tentu saya sebagai aktivis perempuan akan terus menyuara ini, karena saya yakin masih banyak kasus serupa lain yang mungkin dialami perempuan," tandasnya.

Baca juga: Greysia/Apriyani Lolos Semifinal BWF Finals Kalahkan Wakil Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan

Sebelumnya, seorang istri yang dituntut satu tahun penjara karena marahi suami mabuk, Valencya (45) akhirnya divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Karawang pada Kamis (2/12/2021).

Usai sidang pembacaan putusan yang dipimpin oleh Ketua Hakim, Ismail Gunawan itu memvonis bebas terhadap Valencya yang sama sekali tidak terbukti bersalah sebagaimana Pasal 45 ayat 1 Juncto pasal 5 huruf b UU tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Menimbang bahwa dengan tidak terbuktinya salah satu unsur dalam dakwaan maka majelis hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan tersebut," ujar Ismail di ruang sidang PN Karawang.

"Menimbang bahwa karena karena hal tersebut tidak terbukti melakukan unsur tersebut maka terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan tersebut," imbuh dia.

Usai vonis dibacakan, Valencya pun tak kuasa menahan tangis dan ia pun menangis sembari sujud di depan hakim setelah hakim membacakan vonis bebas terhadapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved