Rumah Dibongkar

Pengembang Arya Green Tajurhalang tak Bayar Utang Rp 200 Juta, Genteng Rumah Warga Dibongkar

Pengembang yang bermasalah dengan pemasok genteng, warga yang rugi. Ini lah yang terjadi pada warga di perumahan Arya Green Tajurhalang, Bogor.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Yudistira Wanne
Tukang bangunan sedang membongkar genteng rumah milik warga di Arya Green Tajurhalang. Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Warga Perumahan Arya Green Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, berharap genteng rumah yang sudah terpasang agar tidak kembali dibongkar.

Musapa, warga Perumahan Arya Green Tajurhalang, mengaku bingung melihat sejumlah pekerja bangunan membongkar genteng-genteng yang sudah terpasang di rumah warga.

Musapa, warga perumahan Arya Green Tajurhalang bingung saat melihat genteng rumahnya tiba-tiba dibongkar tukang bangunan.
Musapa, warga perumahan Arya Green Tajurhalang bingung saat melihat genteng rumahnya tiba-tiba dibongkar tukang bangunan. (Warta Kota/Yudistira Wanne)

"Saya kurang mengerti dengan permasalahan yang terjadi, tapi kalau bisa genteng yang sudah terpasang jangan sampai dilepas lagi, ini harus dimusyawarahkan," ujarnya, Kamis (2/12/2021).

Kekhawatiran warga perumahan tersebut rupanya buntut dari permasalahan antara supplier genteng merk Beton Ibukota dengan pihak pengembang perumahan.

Supplier genteng merk Beton Ibukota, Hendra Widjaja terpaksa menginstruksikan sejumlah pekerja bangunan untuk melepas genteng yang sudah terpasang di rumah warga.

Baca juga: Ini Jenis Perawatan Estetik Yang Banyak Dilakukan Kaum Hawa  Saat Pandemi Covid-19 

Menurut Hendra, hal tersebut dilakukan akibat pihak pengembang tidak membayar hak sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

"Tidak ada pembayaran sampai sekarang, alasannya itu tidak jelas,” ujarnya.

“Kemarin kami disuruh buka rekening Bank Mandiri itu tidak ada pembayaran,” imbuhnya.

“Rekening BNI tidak ada pembayaran juga, terakhir BRI, tapi tidak ditransfer juga," jelasnya.

Baca juga: Cerminan Citra Wanita Indonesia yang Tangguh di Koleksi Niti Senja dari Denny Wirawan

Akibat dari permasalahan tersebut, Hendra mengaku pihaknya mengalami kerugian yang jumlahnya cukup besar.

"Total kerugian mencapai Rp 200 juta lebih, di sini ada 70 unit rumah," tegasnya.

Sementara itu, Hendra mengaku bahwa sempat terjadi complaint antara pihaknya dengan pengembang perumahan lantaran genteng yang dipesan dianggap tidak sesuai.

"Kalau kendala memang ada, tapi kami terus mencari solusi, dan setelah satu tahun belakangan, kami mengganti komposisi bahan baku dan sampai sekarang tidak ada kendala lagi," ungkapnya.

Baca juga: Pusarla V. Sindhu dan Yvonne Li Merasa Terhormat Ditonton Langsung oleh Presiden Joko Widodo

Terkait bahan baku, Hendra menilai, ada sedikit ketidakcocokan pada bahan baku khususnya semen yang digunakan.

"Jadi memang semen yang digunakan sebelumnya tidak cocok dengan material yang kami punya sehingga kualitas kurang baik,” katanya.

“Akhirnya kami mengganti merk semen, sekarang sudah tidak ada kendala apapun," ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved