Reuni 212

Anies Baswedan Bermain Cantik, demi Pilpres 2024 Sengaja Menjauh dari Persaudaraan Alumni 212

Pengamat politik Ujang Komarudin mencium sikap Anies Baswedan yang berubah akhir-akhir ini, terutama terhadap Persaudaraan Alumni 212.

Editor: Valentino Verry
Dok PPID DKI Jakarta
Menurut pengamat politik Ujang Komarudin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sangat memikirkan Pilpres 2024, ini tercermin dari beberapa tindakan dan kebijakannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, melihat tindakan Gubernur DKI Anies Baswedan saat ini sangat politis.

Hampir semua bidang yang dikerjakan, kini Anies mempertimbangkannya dari aspek politik.

Orang nomor satu di ibu kota yang hasil surveinya cukup bagus sebagai salah satu kandidat Capres 2024, tentu sangat berhitung.

Jika kebijakan atau tindakannya itu tak menguntungkan dari aspek pencitraan, maka Anies akan mundur alias tak mau ikut campur.

Baca juga: Cara Download Sertifikat Vaksin via WhatsApp dan Syarat Beli Tiket Angkutan Umum saat Nataru

Ini bisa dilihat dari ajang Formula E yang mendapat penolakan dari Fraksi PDIP dan PSI di DPRD DKI, namun untuk memuluskan Anies merangkul kader Partai NasDem Ahmad Sahroni.

Terbaru, pada kegiatan Reuni 212, Anies ‘tak terlihat’ peran sertanya.

Bahkan, kalau pun mendapat undangan, Anies belum tentu mau hadir.

Gelagat itu tercium oleh Ujang Komarudin. Menurutnya, Anies mulai menjaga jarak dengan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212).

"Anies terlihat mulai menjaga jarak demi kepentingan Pilpres 2024. Jangankan hadir, bahkan tahun ini izin acaranya (reuni 212) saja tidak dikasih," ujarnya, Kamis (2/12/2021).

Namun, Ujang menganggap wajar jika Anies mulai menjaga jarak dengan kelompok PA 212.

Karena hal itu semata-mata sebagai langkah politik demi kepentingan agenda Pemilu 2024.

Ujang menilai jika Anies ingin menjajal Pilpres maka harus didukung semua kalangan.

Baca juga: Kebakaran di Gedung Cyber yang Makan Dua Korban Jiwa, Bikin Was-was Perusahaan Berbasis Teknologi

Tidak melulu dengan salah satu kelompok.

Anies boleh diuntungkan dari gerakan kelompok tersebut saat Pilkada DKI 2017, tapi lanskap politik nasional akan sangat berbeda.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved