Pemilu 2024
Ahmad Muzani: Gerindra Bukan Partai 'Kos-kosan' dan Bukan Taksi yang Bisa Dicarter
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa Gerindra bukan partai "kos-kosan" yang bisa disewa dan diarahkan sesuka penumpangnya.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Partai politik memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai sarana pendidikan politik, artikulasi politik, komunikasi politik, sosialisasi politik, agregasi politik, dan rekrutmen.
Karenanya, partai politik mempengaruhi sistem politik untuk pencapaian Negara yang demokratis.
Partai politik dapat juga dikatakan suatu kelompok yang telah teroganisasi dengan anggota-anggotanya yang mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.
Video: Riza Patria Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra
Partai Gerindra, sebagai salah satu partai terbesar di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto juga ikut mempengaruhi sistem politik di Tanah Air untuk pencapaian Negara yang demokratis, salah satunya melalui pembinaan kader-kadernya.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan, Gerindra bukan partai "kos-kosan" yang bisa disewa dan diarahkan sesuka penumpangnya.
Baca juga: Pilpres 2024, Partai Gerindra dan PDIP Bekerjasama, Ahmad Muzani Sebut Keduanya Punya Kekuatan Besar
Baca juga: Prabowo Dicalonkan pada Pilpres 2024, Gerindra Gelar Bimbingan Teknis demi Tingkatkan Kualitas Kader
Menurut dia, untuk menghindari itu, setiap kader muda Gerindra harus bersiap diri dalam regenerasi kepemimpinan partai di masa depan.
"Gerindra bukan partai 'kos-kosan', bukan taksi yang bisa dicarter. Untuk bisa mengisi kepemimpinan yang akan datang diperlukan regenerasi. Gerindra memerlukan kader-kader yang benar dan loyal," kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta sebagaimana dikutip Antaranews, Jumat (3/12/2021).
Hal itu dikatakan Muzani saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Jawa Barat pada Jumat.
Dia mengatakan, kalau partai politik menyadarkan dirinya sebagai partai "kos-kosan", maka parpol itu akan rapuh karena tidak berakar pada rakyat.
Baca juga: Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra: Jalannya Mau dari Mana?
"Itu alasan kenapa kita membentuk organisasi sayap partai, agar perjuangan ini terus bergerak dan berakar sampai ke lapisan paling bawah, sampai ke rakyat di kampung-kampung dan desa-desa," ujarnya.
Selain itu, Muzani meminta seluruh elemen Gerindra dari pusat hingga daerah, termasuk sayap partai untuk terus konsisten berjuang demi rakyat Jawa Barat.
Hal itu menurut dia agar Provinsi Jawa Barat tetap menjadi basis kekuatan Gerindra pada Pemilu 2024.
"Jawa Barat adalah 'kandang' Prabowo dan Gerindra, predikat itu harus dipertahankan pada Pemilu 2024, caranya dengan terus berjuang demi rakyat Jawa Barat yang lebih baik. Kita harus terus meyakinkan rakyat Jabar bahwa Gerindra adalah pilihan tepat dan Prabowo presiden untuk 2024," katanya.
Baca juga: Jubir Gerindra Habiburokhman Sebut Kritikan Fadli Zon ke Jokowi Tidak Mewakili Sikap Partai Gerindra
Muzani mengatakan, Jawa Barat telah menjadi "kandang" Prabowo dan Gerindra sejak Pemilu 2014-2019, dan peningkatan jumlah suara Gerindra di wilayah tersebut sangat signifikan pada Pemilu Legislatif 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sekjen-partai-gerindra-ahmad-muzani-pemilu-2024.jpg)