Reuni 212

Puluhan Petugas TNI-Polri Gelar Pencegahan Aksi Reuni 212 di Jalan Layang UI

untuk mencegah masuknya massa aksi yang akan ikut Rruni 212, pasukan TNI-Polri mencegahnya di jalan layang UI.

Penulis: resign | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Petugas TNI-Polri melakukan penjagaan di jalan layang UI untuk cegah masuknya massa 212. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Puluhan petugas gabungan TNI-Polri melaksanakan filterisasi pencegahan aksi Reuni 212 di Jalan Layang UI arah Leteng Agung, Kota Depok pada Kamis (2/11/2021), pagi.

Puluhan petugas tersebut telah berjaga sejak pukul 06.00 WIB. Selain petugas yang berjaga, terlihat pula sebuah mobil ambulans dan dua mobil dalmas yang disiapkan di lokasi.

Baca juga: Nita Gunawan Dikenal Sebagai Seleb TikTok, Kini Wajah Cantiknya Kerap Mondar-mandir di Televisi

Hingga pukul 08.50 WIB, belum ditemukan adanya indikasi massa yang akan menuju Jakarta untuk aksi Reuni 212.

Selain Jalan Layang UI, sejumlah titik di Kota Depok seperti Jalan Raya Sawangan, Jalan Margonda Raya, Jalan Raya Bogor, dan sejumlah stasiun di Depok juga dijaga oleh petugas gabungan TNI-Polri.

Reporter Warta Kota telah mendatangi sejumlah petugas untuk meminta keterangan, namun tidak ada satu pun yang ingin berbicara.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan, panitia reuni akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 agar mengurungkan niatnya menggelar acara di sekitar patung kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Kamis (2/12/2021).

Hal ini sebagaimana kesepakatan yang dilakukan pihak panitia, Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bentrok Oknum Polisi VS TNI Masih Terjadi, Pengamat Sebut Hal Memalukan, Harus Saling Instrospeksi

"Kami minta supaya panitia mempertimbangkan kembali karena ini masa pandemi. Terakhir sudah rapat dengan Polda Metro, dengan pemprov dan panitia, terakhir kan sudah disepakati tidak di Monas karena belum dibuka," kata Ariza pada Rabu (1/12/2021) malam.

"Tidak juga di patung kuda, karena kan di patung kuda dapat menimbulkan kerumunan dan keramaian di situ juga tempat umum yang bisa ganggu lalu lintas dan ketertiban umum," lanjut mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Di sisi lain, kata dia, pihak panitia harus mengajukan pemberitahuan kepada Polda terkait hal ini. Bahkan mereka juga harus mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 supaya ada mitugasi pencegahan penularan Covid-19.

"Satgas Covid tidak memberikan izin di situ. kemudian Polda kemarin (bilang) tidak bisa. Jadi setahu saya terakhir ada di Masjid Az Zikra (Sentul, Bogor), sudah sepakat itu solusi terbaik yang sangat bijak," imbuhnya.

Baca juga: Dua Tahun Beroperasi secara Komersial, LRT Jakarta Bakal Lakukan Transformasi Besar

Atas informasi itu, Ariza merasa senang pihak panitia mau memindahkan lokasi acara. Dia khawatir, penyelenggaran reuni akbar itu bisa menyebarkan virus dan mengganggu ketertiban karena bakal dihadiri oleh masyarakat dari berbagai daerah.

"Kalau ada info tadi (dilarang pihak keluarga KH Muhammad Arifin Ilham) saya kira nanti koordinasi sama pihak keluarga ya gitu saja," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved