Breaking News:

Perihal PTM di Sekolah, Psikolog: Orangtua Khawatirkan Anaknya tapi

Orangtua menghadapi situasi dilematis terkait penyelenggaraan PTM terbatas yang diputuskan pemerintah.

Editor: Eko Priyono
Dokumentasi Cinema XXI
Tim peneliti dari Nusantics melakukan pengambilan sampel udara dengan sebuah alat khusus di lima lokasi bioskop Cinema XXI pada 23 sampai 27 Maret 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Psikolog klinis anak Roslina Verauli menyebut para orangtua menghadapi situasi dilematis terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas yang diputuskan pemerintah.

Roslina mengatakan di satu sisi, orangtua khawatir terhadap kesehatan anak-anaknya bila menjalani PTM terbatas. Rasa cemas anaknya tertular virus Covid-19 masih akan muncul.

Di sisi lain, Roslina meyakini orangtua memahami kebutuhan anak untuk kembali ke sekolah, bertemu dengan teman-teman, dan menjalin relasi sosial.

Baca juga: Ratna Quratul Aini, Polwan Peraih Adhi Makayasa 2006 Pernah Gegerkan Akpol, Cita-cita Jadi Dokter

Baca juga: Ketua GMBI Karawang Marah Anggota Jadi Korban Pembunuhan Berencana, Desak Polisi Usut Tuntas

Baca juga: SK Mutasi Kemenkumham Disorot, Sejumlah Nama yang Sempat Bermasalah Tempati Jabatan Baru

"Orangtua harus memastikan dapat hadir dan memberikan dukungan dengan melibatkan teknik positive parenting," kata Roslina pada konferensi pers yang diselenggarakan Nusantics secara daring, Kamis (25/11/2021) lalu.

Meski demikian, PTM terbatas perlu dilakukan untuk mengurangi keterbatasan sekolah online. Riset Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyatakan tidak bersekolah secara tatap muka mengakibatkan anak berisiko kurang kompetitif saat menghadapi dunia kerja.

Masih menurut riset yang sama, sudah ada 175 negara di dunia yang telah membuka sekolah, baik sebagian maupun seluruhnya.

Menurut mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, orangtua mempunyai peran strategis untuk menghentikan penyebaran Covid-19 di sekolah.

Baca juga: Hanya 1 Gelar di Indonesia Open 2021, PBSI: Gak Normal, Pemain Lelah Tanding 3 Bulan Nonstop

Baca juga: Kasus Berlanjut, Luhut & Erick Thohir Terancam 12 Tahun Penjara Atas Kasus Dugaan Kolusi & Nepotisme

"Pada situasi penuh tantangan saat ini, kebijakan PTM harus didukung untuk menyiapkan generasi muda demi kepentingan jangka panjang," kata Gita pada acara yang sama.

"Namun (PTM) harus tetap dilakukan dengan prinsip kepekaan, kehati-hatian, dan juga penuh kebijaksanaan dari berbagai pihak, mengingat kondisi setiap wilayah khususnya di kota besar dan kecil sangat berbeda," sambungnya.

Sementara itu, demi meningkatkan kepercayaan orangtua, tenaga pengajar, serta para siswa untuk melakukan PTM dengan aman dan nyaman, perusahaan bioteknologi Nusantics meluncurkan kampanye "Kembali ke Sekolah".

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved