Selasa, 5 Mei 2026

Perihal PTM di Sekolah, Psikolog: Orangtua Khawatirkan Anaknya tapi

Orangtua menghadapi situasi dilematis terkait penyelenggaraan PTM terbatas yang diputuskan pemerintah.

Tayang:
Editor: Eko Priyono
Dokumentasi Cinema XXI
Tim peneliti dari Nusantics melakukan pengambilan sampel udara dengan sebuah alat khusus di lima lokasi bioskop Cinema XXI pada 23 sampai 27 Maret 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Psikolog klinis anak Roslina Verauli menyebut para orangtua menghadapi situasi dilematis terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas yang diputuskan pemerintah.

Roslina mengatakan di satu sisi, orangtua khawatir terhadap kesehatan anak-anaknya bila menjalani PTM terbatas. Rasa cemas anaknya tertular virus Covid-19 masih akan muncul.

Di sisi lain, Roslina meyakini orangtua memahami kebutuhan anak untuk kembali ke sekolah, bertemu dengan teman-teman, dan menjalin relasi sosial.

Baca juga: Ratna Quratul Aini, Polwan Peraih Adhi Makayasa 2006 Pernah Gegerkan Akpol, Cita-cita Jadi Dokter

Baca juga: Ketua GMBI Karawang Marah Anggota Jadi Korban Pembunuhan Berencana, Desak Polisi Usut Tuntas

Baca juga: SK Mutasi Kemenkumham Disorot, Sejumlah Nama yang Sempat Bermasalah Tempati Jabatan Baru

"Orangtua harus memastikan dapat hadir dan memberikan dukungan dengan melibatkan teknik positive parenting," kata Roslina pada konferensi pers yang diselenggarakan Nusantics secara daring, Kamis (25/11/2021) lalu.

Meski demikian, PTM terbatas perlu dilakukan untuk mengurangi keterbatasan sekolah online. Riset Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyatakan tidak bersekolah secara tatap muka mengakibatkan anak berisiko kurang kompetitif saat menghadapi dunia kerja.

Masih menurut riset yang sama, sudah ada 175 negara di dunia yang telah membuka sekolah, baik sebagian maupun seluruhnya.

Menurut mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, orangtua mempunyai peran strategis untuk menghentikan penyebaran Covid-19 di sekolah.

Baca juga: Hanya 1 Gelar di Indonesia Open 2021, PBSI: Gak Normal, Pemain Lelah Tanding 3 Bulan Nonstop

Baca juga: Kasus Berlanjut, Luhut & Erick Thohir Terancam 12 Tahun Penjara Atas Kasus Dugaan Kolusi & Nepotisme

"Pada situasi penuh tantangan saat ini, kebijakan PTM harus didukung untuk menyiapkan generasi muda demi kepentingan jangka panjang," kata Gita pada acara yang sama.

"Namun (PTM) harus tetap dilakukan dengan prinsip kepekaan, kehati-hatian, dan juga penuh kebijaksanaan dari berbagai pihak, mengingat kondisi setiap wilayah khususnya di kota besar dan kecil sangat berbeda," sambungnya.

Sementara itu, demi meningkatkan kepercayaan orangtua, tenaga pengajar, serta para siswa untuk melakukan PTM dengan aman dan nyaman, perusahaan bioteknologi Nusantics meluncurkan kampanye "Kembali ke Sekolah".

Sharlini Eriza putri, co-founder dan CEO Nusantics menjelaskan pihaknya memberikan solusi pada warga sekolah dengan PCR gargle (kumur), pemeriksaan kandungan virus dan sirkulasi udara di ruang kelas dengan layanan Air Scan.

Hasil penelitian di 121 ruang kelas pada SDN di Jakarta periode sampel September-Oktober 2021 lalu, lanjut Sharlini, dinyatakan 119 ruang kelas terdeteksi aman dari virus.

"Kami menyadari ini situasi yang dilematis namun demi kebaikan jangka panjang dari sisi intelektualitas dan psikologis, PTM harus dilakukan dengan hati-hati," katanya.

"Oleh karena itu deteksi virus Covid-19 di udara dengan metode PCR dan pengukuran sirkulasi udara sangat penting dilakukan untuk memitigasi risiko penularan dan menentukan langkah strategis dalam memastikan keamanan ruangan kelas dan lingkungan sekolah," sambung Sharlini.

Sharlini menyatakan karena pihak sekolah dan Kemendikbud Ristek menyambut positif, pihaknya membawa kegiatan ini ke skala nasional agar seluruh anak di Indonesia dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman.

"Kami percaya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk pihak swasta, baik domestik maupun asing, karena sama-sama memerlukan sumber daya manusia yang unggul. Maka, mari kita berkolaborasi dan bergandengan tangan memastikan sekolah aman untuk semua," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved