Berita Nasional
Dies Natalis ke-26 Program Pascasarjana, Magister Administrasi Pendidikan UKI Gelar Seminar Nasional
Dies Natalis ke-26 Program Pascasarjana, Magister Administrasi Pendidikan UKI Gelar Seminar Nasional Bertajuk Guru Penggerak
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Peringati Dies Natalis ke-26 Program Pascasarjana, Program Magister Administrasi Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar webinar nasional pada Selasa (20/11/2021).
Dengan tema 'Peran Guru Penggerak Dalam Transformasi Pendidikan di Indonesia', seminar ini menghadirkan tiga pembicara yaitu seperti Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., M.Phil., M.Si, Dr. Indra Charismadji dan Yusak Yokoyama, S.Pd.
Dalam paparannya Prof. Richardus Eko mengatakan kunci melakukan transformasi adalah kemauan untuk terus belajar.
"Kita semua bisa jadi guru penggerak asalkan bisa menjalankan tugas dari hati dan tidak berhenti belajar," kata Eko.
Semangat transformasi ini, lanjut dia, semakin dibutuhkan dalam memasuki era baru pasca pandemi.
"Pandemi membuat para guru di Indonesia dipaksa untuk bertransformasi. Meskipun pada awal pandemi ragu dan panik, namun para guru pelan-pelan betadaptasi dengan kebiasaan baru seperti pembelajaran jarak jauh dan teknologi digital," ujarnya.
Menurut dia, pandemi telah mengubah guru-guru di Indonesia menjadi manusia pembelajar. Setidaknya ada 8 perubahan yang dialami oleh guru-guru di Indonesia.
Baca juga: Cegah Varian Omicron, Jakarta Akan Masuki PPKM Level 3 Saat Nataru
Baca juga: Gita Sinaga Ketagihan Akting hingga Dijuluki Ratu FTV, Sekarang Sensitif Karena Mainkan Banyak Peran
Sebut saja, guru menjadi pembelajar sejati, metode pembelajaran menjadi beragam, kreativitas guru meningkat, terjadi akselerasi literasi teknologi, maraknya kerja sama antara guru dan lembaga, kecerdasan digital tumbuh secara alami, kultur belajar baru tumbuh pada siswa dan kerja sama erat antara kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua.
"Guru penggerak sangat penting untuk menggerakkan rekan-rekannya dan siswa dalam melakukan transformasi," paparnya.
Dia menambahkan seorang guru berhenti menjadi guru saat dia tidak belajar lagi.
"Teknologi tidak bisa menggantikan guru, namun tanpa teknologi guru tidak bisa mengembangkan diri," tuturnya.
Pakar pendidikan Indra Charismadji mengeritik program Guru Penggerak ini karena konsepnya tidak jelas.
"Program Guru Penggerak ini tidak memiliki kajian naskah akademik dari para ahli pendidikan sehingga tidak akan berdampak pada transformasi pendidikan," ujarnya.
Sementara fasilitator Calon Guru Penggerak Yusak Yokoyama mengungkapkan peran guru penggerak sangat penting bagi transformasi pendidikan di Indonesia.
"Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/seminar-nasional-peringatan-dies-natalis-ke-26-program-pascasarjana-administrasi-uki.jpg)