Senin, 4 Mei 2026

Berita Video

VIDEO : Menteri BUMN Erick Thohir Resmi Menjadi Anggota Banser

Erick menjadi anggota Banser setelah berhasil mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar

Tayang:
Instagram @erickthohir
Erick Thohir mengenakan baret Banser setelah pelantikan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Erick menjadi anggota Banser setelah berhasil mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Banser di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/11/2021).

Simak Video Berikut :

Diunggah Kompas TV, terkait hal tersebut, Mantan Bos Inter Milan ini mengaku terhormat dapat menjadi keluarga besar Banser.

"Ini suatu penghormatan luar biasa yang tidak terhingga buat saya karena saya bisa menjadi keluarga besar Banser," kata Erick dalam keterangan resmi yang diterima KompasTV, Minggu.

Untuk diketahui, Banser sendiri adalah bagian dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan badan otonom dari Nahdlatul Ulama (NU).

Erick menyebut, Banser selama ini telah berkomitmen jihad untuk NKRI.

Baca juga: Erick Thohir Dorong Insan BUMN Ikut Gerakan Menanam Pohon untuk Hadapi Isu Dekarbonisasi

Baca juga: Sukses Pimpin Kementerian BUMN, Raket Merdeka DKI Jakarta Deklarasikan Dukungan Kepada Erick Thohir

Selain itu, Organisasi tersebut, juga begitu menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan yang menjadi kekuatan bagi Indonesia.

"Dengan keberagaman kita, dengan perbedaan kita, itulah kekuatan kita. Bahkan itu masuk ke darah kita. Kita harus pastikan NKRI adalah harga mati," ungkapnya menegaskan.

Dia juga mengaku kerap berdiskusi dengan keluarga besar Banser dalam upaya meningkatan dan menjaga NKRI ke depan.

Menurutnya, upaya menjaga dan memajukan Indonesia merupakan tujuan mulia dan berguna bagi generasi mendatang.

"Insyaallah, saya akan mewakafkan pikiran saya, energi saya, kemampuan saya untuk kebenaran untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Terlebih, lanjut dia, Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan akibat pandemi, baik sektor kesehatan maupun ekonomi.

Erick kemudian menekankan bahwa gotong-rotong dan kolaborasi menjadi kekuatan bangsa dalam keluar dari pandemi.

Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Hasan Basri Sagala yang bertindak sebagai pembina upacara melantik Erick sebagai anggota Banser.

Baca juga: Relawan Kerja Dukung Kinerja Erick Thohir sebagai Menteri BUMN

Baca juga: Kementerian BUMN Kolaborasi dengan Pesantren, Erick Thohir: Kami Bangun Ekonomi

Tak berbeda dengan para calon anggota Banser lain, Erick pun menjalani sejumlah ujian yang cukup berat untuk menjadi anggota Banser.

Adapun ujian yang dimaksud yakni mulai dari jalan jongkok dan merayap, mencari baret, hingga meneriakkan yel-yel.

Momen tersebut pun diabadikan Erick melalui akun media sosial Instagram miliknya @erickthohir.

Dia terlihat mengunggah sejumlah foto dan video saat tengah mengikuti Diklatsar untuk menjadi anggota Banser.

Razikin: Erick Thohir sudah kenyang dengan Fitnah.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berita tentang indikasi keterlibatan penyelenggara Negara dalam bisnis PCR sedang ramai.

Salah satu yang diisukan adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir.

Hal itu mendapat tanggapan dari aktivis Muda Muhammadiyah, Razikin.

Menurutnya, sejak dilantik menjadi Menteri BUMN, Erick Thohir tidak lagi memiliki keterkaitan dengan beberapa Perusahan swasta termasuk Adaro sendiri.

Baca juga: Munjirin Sebut Lebih dari 80 Persen Warga Jakarta Selatan Sudah Divaksin Covid-19

Karena itu, ujar Razikin, mengaitkan adanya keterlibatan Erick Thohir dalam pelaksanaan PCR sama sekali tidak berdasar.

Razikin yang juga pendiri Gerakan Aktivis Milenial (GERAM), bisa memaklumi kritikan bahkan hujatan ke Erick Thohir, karena memang sejak awal di lantik oleh Presiden Joko Widodo, Erick Thohir mendapat hujatan bertubi-tubi.

Dari awal Razikin mengaku sudah menduga serangan akan terus berlanjut hingga Pemilu 2024.

Pada titik itu, Razikin meyakini Erick Thohir memperhatikan semua kritikan dari berbagai pihak dan kritikan itu akan menjadikan Erick Thohir terus meningkatkan kinerjanya dalam membantu Presiden untuk menata BUMN.

Baca juga: Modus Pembacokan Penjual Pempek di Sawah Besar untuk Pertontonkan Kekerasan di Live Instagram

Oleh karena itu Razikin menilai Erick Thohir sudah kenyang dengan fitnah.

“Kita tahu selama ini, Pak Erick Thohir telah melalukan berbagai gebrakan merestrukturisasi BUMN dengan spirit AKHLAK (amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif), kalau saja kita mau objektif, di era kepemimpinan Pak Erick Thohir lah Bank Syari’ah terbesar di Dunia ada di Indonesia, menggabungkan 3 bank syari’a yakni Bank Mandiri Syari’ah, BNI Syari’ah dan BRI Syari’ah itu bukan perkara mudah, namun Pak Erick Thohir dapat melakukan itu dan masih banyak gebrakan yang lain seperti bersih-bersih di lingkungan BUMN, itu semua dilakukan semangatnya untuk mewujudkan harapan rakyat Indonesia, yakni BUMN semata-mata untuk kesejahteraan Rakyat," kata Razikin.

"Ruang percakapan publik harus dirawat dan Pak Erick Thohir meski lahir sebagai seorang pengusaha, namun beliyau tampil sebagai seorang yang sangat demokratis. Tutup Razikin," ujar Razikin.

Baca juga: Modus Pembacokan Penjual Pempek di Sawah Besar untuk Pertontonkan Kekerasan di Live Instagram

Baru Tahu Kalau Bayar, Erick Thohir Minta Semua Toilet SPBU Pertamina Gratis

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir meminta kepada jajaran direksi Pertamina agar seluruh toilet di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bersifat gratis karena merupakan fasilitas umum.

Perintah ini berlaku untuk SPBU yang dikelola langsung Pertamina, maupun SPBU mitra Pertamina atau yang bekerja sama dengan swasta.

Hal itu setelah Erick Thohir mendapati biaya Rp 2.000 sampai dengan Rp 4.000 bagi masyarakat umum yang menggunakan toilet umum di SPBU Pertamina di Kecamatan Malasan, Probolinggo, Jawa Timur.

Peristiwa Erick Thohir yang terheran karena penggunaan toilet SPBU harus bayar ini, diunggahnya di akun Instagram resminya @erickthohir, Senin (22/11/2021).

"Kepada direksi Pertamina, saya mengharapkan fasilitas umum seperti ini harusnya gratis, karena kan sudah dapat dari penjualan bensin, selain itu ada juga toko kelontongnya. Jadi masyarakat mestinya mendapatkan fasilitas tambahan," ujar Erick Thohir seperti dikutip dari akun Instagram resminya @erickthohir di Jakarta, Selasa (23/12/2021).

Baca juga: Sempat Tertinggal Poin, Adnan/Mychelle Tumbangkan Ganda Campuran Unggulan asal Prancis

Baca juga: Farid Ahmad Okbah Pernah Bertemu Jokowi di Istana, BIN: Sebelum Ditangkap Masih Jadi Orang Bebas

Baca juga: Kronologi Hilangnya Ponsel Rizky Billar, Duduk Berdekatan dengan Crazy Rich Medan

Erick mengaku heran ketika mendapati adanya biaya Rp 2.000 sampai dengan Rp 4.000 bagi masyarakat umum yang menggunakan toilet umum SPBU Pertamina yang berlokasi di Kecamatan Malasan, Probolinggo, Jawa Timur.

"Kenapa gak gratis, Ini kan fasilitas umum?," tanya Erick ke penjaga toilet di SPBU Kecamatan Malasan, Probolinggo, Jawa Timur.

"Saya kurang tahu, soalnya saya cuma kerja Pak," jawab penjaga toilet SPBU.

Erick tampak memahami jawaban penjaga toilet dan menepuk pundaknya.

Ia lalu menanyak pemilik SPBU, yang diketahui adalah pengusaha swasta.

Erick pun akan menindaklanjuti pungutan biaya di toilet umum SPBU tersebut dengan menghubungi pemilik SPBU tersebut bernama bapak Agus, setelah Menteri BUMN itu menggunakan toilet berbayar di SPBU Pertamina itu.

"Ya sudah nanti ditelepon, kenapa toilet saja mesti bayar, padahal sudah bisnis bensin," katanya.

Baca juga: 3 Pencuri Besi Proyek Rel Kereta Api Cepat Disergap Saat Beraksi Lakukan Pengelasan

Baca juga: Kadisdik DKI Nahdiana Sebut Seluruh Sekolah di Jakarta Telah Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Baca juga: UMP 2022 Hanya Naik Rp 37.749, Disnakertrans DKI Perluas Kriteria Penerima Kartu Prakerja Jakarta

Menteri BUMN juga segera menginstruksikan kepada direksi Pertamina untuk memperbaiki persoalan toilet berbayar tersebut, mengingat seharusnya toilet SPBU yang berada di bawah Pertamina harusnya gratis.

"Saya minta direksi Pertamina harus perbaiki. Dan saya minta nanti seluruh kerja sama dengan pom bensin (SPBU) swasta yang di bawah Pertamina toiletnya tidak boleh bayar, harus gratis," ujar Erick Thohir.

"Ini pesan saya untuk rekan-rekan di Pertamina, dari toilet umum SPBU Pertamina, Kecamatan Malasan, Probolinggo. Sudah kewajiban BUMN memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," katanya.(bum)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved