Breaking News:

Pandemi Covid19

Rektor INAIS: Pandemi bisa Menyebabkan Terjadinya lost of generation.

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun, dikhawatirkan terjadi generasi hilang atau lost of generation

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Lilis Setyaningsih
Warta Kota/Hironimus Rama
Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor melakukan Wisuda IV Program S1 dan Wisuda I Program S2 di Padepokan Sahid, Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Senin (29/11/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, PAMIJAHAN - Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. 

Anak-anak yang biasanya belajar di sekolah harus melakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tidak hanya sekolah tingkat dasar tapi hingga perguruan tinggi. 

Proses ini hampir berlangsung dua tahun, walaupun beberapa sekolah sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Namun prosesnya masih jauh dari normal.

Baca juga: Universitas Prasetiya Mulya dianggap Mampu Ciptakan Ekosistem yang Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

Baca juga: Tatap Industri 4.0, UI Terapkan Evaluasi Kurikulum yang Adaptif

Kondisi ini dikhawatirkan terjadi generasi hilang atau lost of generation.

Rektor Institut Agama Islam Sahid (INAIS), H.M. Imdadun Rahmat menuturkan, pandemi telah memberikan efek negatif sehingga proses pendidikan dan pengajaran, termasuk di kampus mengalami pembatasan-pembatasan.

"Dalam aspek pendidikan, kita diingatkan oleh para ahli bahwa telah terjadi learning loss, kita belajar tapi impact dan hasil dari pembelajaran itu tidak maksimal," kata Imdadun disela-sela melakukan Wisuda IV Program S1 dan Wisuda I Program S2  di Padepokan Sahid, Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Senin (29/11/2021).

Dia juga mengingatkan bahwa pandemi bisa menyebabkan terjadinya lost of generation.

Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor melakukan Wisuda IV Program S1 dan Wisuda I Program S2  di Padepokan Sahid, Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Senin (29/11/2021).
Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor melakukan Wisuda IV Program S1 dan Wisuda I Program S2 di Padepokan Sahid, Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Senin (29/11/2021). (Warta Kota/Hironimus Rama)

"Kita kehilangan satu generasi istimewa karena dampak negatif dari berbagai batasan-batasan karena pandemi Covid-19," ujarnya.

Di Institut Agama Islam Sahid (INAIS), lanjut Imdadun, belajar untuk mengatasi berbagai masalah, baik mencari jalan keluar agar  bisa menjalankan study dengan normal dalam situasi tidak normal.

"Kita belajar bagaimana mengatasi berbagai kesulitan, termasuk melakukan berbagai upaya perbaikan, manajemen, agar institusi kita tetap sehat dan bertahan di tengah situasi sulit pandemi Covid-19,” tuturnya.

Ia melanjutkan, aspek yang sangat penting adalah bahwa kita dipaksa masuk dan belajar tentang era digital, terutama memanfaatkan teknologi digital untuk keluar dari kesulitan-kesulitan karena pandemi.

Baca juga: Kabar Baik, Para Mahasiswa UI diberi kebebasan Ambil 60 SKS di Luar Program Studi

"Atas dasar hal tersebut, maka INAIS akan berbenah dan meningkatkan diri. Tentu setiap hal merupakan peluang, dan juga tantangan," jelasnya.

Menurut Imdadun, peluang yang ditawarkan sejatinya bisa jadi modal dan kesempatan berharga bagi INAIS, keluarga INAIS, terutama bagi alumni agar tampil sebagai unggulan di tengah peradaban global.

"Semoga kita bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik agar bisa bersaing di kancah global," pungkasnya.

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved