Ormas Karawang
Kesbangpol Karawang Evaluasi Keberadaan Ratusan Ormas yang Hobi Rusuh
Kesbangpol Karawang tampaknya mulai gerah atas keberadaan ratusan ormas yang kerap rusuh. Mereka pun berniat mengevaluasi.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang, bakal melakukan evaluasi terhadap ormas (organisasi masyarakat) yang terlibat bentrok di Jalan Interchange Tol Karawang Barat minggu lalu hingga menyebabkan korban jiwa.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang, Rujana Ruswana mengatakan, akan melakukan evaluasi terhadap ormas di wilayahnya tersebut.
Baca juga: Cegah Pencemaran Lingkungan, PKK Kelurahan Joglo Bakal Olah Minyak Jelantah Menjadi Sabun
"Intinya kami akan mengambil langkah-langkah (atas kejadian bentrok ormas)," katanya, pada Senin (29/11/2021).
Ia menjelsskan langkah yang akan diambil ialah dengan melakukan evaluasi.
Karena pihaknya berwenang melakukan pembinaan terhadap ormas yang ada di daerahnya.
Namun, dia tidak menyebutkan langkah selanjutnya jika hasil evaluasi terdapat temuan-temuan dugaan disfungsi ormas.
"Kami evaluasi tentunya kepada ormas-ormas terlibat kejadian minggu lalu," tuturnya.
Dia menambahkan hingga saat ini jumlah ormas yang terdaftar di Karawang mencapai 600.
Namun, dari 600 ormas, hanya sekitar 270 ormas yang terdaftar resmi.
Baca juga: Erick Thohir Bangga Bisa Jadi Anggota Banser setelah Jalani Tes Fisik Ala Tentara
Sementara itu, Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Inf Elkines Vilando DK saat kunjungan kerja ke Karawang menyampaikan agar ke depannya keberadaan LSM/Ormas di Karawang yang melakukan aksi anarkis perlu dikaji kembali.
"LSM itu lembaga swadaya masyarakat, lalu kenapa melakukan penganiayaan dan anarkis? Itu sudah diluar konteks LSM," katanya.
Ia mengatakan, perbuatan anarkis dan melakukan provokasi yang membuat Karawang tidak aman itu bukanlah ciri khas LSM.
Dalam ketentuan yang berlaku, di antara tujuan LSM atau ormas ialah membantu atau terlibat aktif dalam pembangunan dan perkembangan daerah.
"Jadi aneh ya, kenapa ada penganiayaan oleh LSM, ada provokasi yang membuat Karawang tidak aman," tuturnya.
Diketahui, satu mobil Honda Brio nomor polisi S 1724 BB bertuliskan Keluarga Besar GMBI Distrik Rembang hancur dan empat orang terluka akibat bentrokan ormas (organisasi masyarakat) di Jalan Interchange, Kabupaten Karawang, pada Rabu (24/11/2021) siang.
Baca juga: Ketua GMBI Karawang Marah Anggota Jadi Korban Pembunuhan Berencana, Desak Polisi Usut Tuntas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-ormas-bentrok.jpg)