Aksi Terorisme
Farid Ahmad Okbah Sempat Bertemu Jokowi di Istana Sebelum Ditangkap, Densus 88: No Comment
Yang jelas, menurut Aswin, penyelidikan kasus terorisme yang diduga melibatkan Farid Okbah telah dilakukan sejak lama.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri ogah mengomentari peristiwa tersangka kasus terorisme Farid Okbah sempat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, sebelum ditangkap.
Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyampaikan, pihaknya enggan berkomentar soal adanya anggapan Badan Intelijen Negara (BIN) kecolongan terkait pertemuan tersebut.
"Saya no comment soal itu, karena urusan lembaga lain saya tidak berani bilang," kata Aswin di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/11/2021).
Baca juga: 35 Tahun Jadi Guru, Ibu Arteria Dahlan Sebut Insiden Cekcok dengan Anggiat Pasaribu Cukup Menakutkan
Yang jelas, menurut Aswin, penyelidikan kasus terorisme yang diduga melibatkan Farid Okbah telah dilakukan sejak lama.
Bahkan, penyidik telah melakukan penyelidikan hingga lebih dari setahun.
"Tapi kalau dalam konteks penyelidikan, Densus itu bukan baru satu bulan, enggak."
Baca juga: Khawatir Ditegur MKD Jika ke Polres Cabut Laporan, Arteria Dahlan Bakal Koordinasi dengan Kapolda
"Udah lama banget itu. Saya tadi gambarkan proses ini bisa berbulan-bulan bisa setahun lebih," ungkapnya.
Sebelumnya, Badan Intelejen Negara (BIN) membantah kecolongan terkait tersangka teroris Farid Ahmad Okbah yang sempat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, sebelum ditangkap Densus 88.
Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto menyebut, BIN selalu melakukan pengamatan terhadap kelompok terorisme di Indonesia.
Dia bilang, pengamatan dilakukan secara berkelanjutan.
Baca juga: Tak Punya Background Hukum tapi Jadi Ketua Komisi III DPR, Bambang Pacul Mohon Dibimbing
"BIN terus melakukan pengamatan terhadap jaringan kelompok teroris dalam rangka deteksi dini."
"Pengamatan dilakukan secara berkelanjutan melalui proses waktu yang panjang," kata Wawan, Selasa (23/11/2021).
Langkah tersebut, lanjutnya, dilakukan bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait seperti TNI-Polri, BNPT, Densus 88, hingga PPATK yang menyangkut pendanaan terorisme.
Baca juga: Soal Belanja Alutsista TNI, Andika Perkasa: Realistis Saja, Sesuai Anggaran yang Kita Punya
"Kerja sama ini dilakukan untuk mendapatkan informasi secara komprehensif, sebagai upaya deteksi dini dan cegah dini."
"Oleh karena itu, pada dasarnya tidak ada pihak yang kecolongan terkait pengungkapan jaringan kelompok teroris Farid Okbah Cs ini," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ketua-umum-partai-dakwah-rakyat-indonesia-pdri-ustaz-farid-okbah.jpg)