Breaking News:

Prasetyo Minta Panitia Formula E Tidak Dompleng Nama Presiden Jokowi

Prasetyo meyakini KPK pasti telah memiliki bukti permulaan yang kuat, sehingga laporan terkait Formula E dapat diproses

Istimewa
Prasetyo Edi Marsudi dalam rapat evaluasi perkembangan virus covid-19 di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta kepada panitia Formula E untuk tidak mendompleng nama Presiden RI Joko Widodo dalam penyelenggaraan ajang balap itu pada Juni 2022 mendatang.

Adapun Presiden Jokowi disebut-sebut akan memilih satu dari lima opsi tempat yang bakal dijadikan venue Formula E.

“Makin ngawur ini, saya minta tidak perlu membawa nama Presiden,” kata Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).

Dia menilai, upaya tersebut tidak dapat dibenarkan, apalagi saat ini pelaksanaan Formula E di Jakarta tengah diantau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Prasetyo menekankan, dirinya tetap mendukung KPK melakukan penyelidikan penyelenggaraan Formula E 2022 di Jakarta.

Politikus PDI Perjuangan ini meyakini KPK pasti telah memiliki bukti permulaan yang kuat, sehingga laporan terkait Formula E dapat diproses lebih dalam.

Soalnya sudah Rp 560 miliar uang rakyat yang sudah disetorkan ini, dan BPK juga sudah menyatakan itu dapat menjadi temuan.

“Jadi saya kira harus objektif lah dalam persoalan ini,” pintanya.

Baca juga: MK Putuskan Tolak Omnibus Law, Presiden KSPSI Andi Gani Menangis di Atas Mobil Komando

Baca juga: Sempat Tak Punya Solusi, Gibran Pertimbangkan Bikin Sumur Resapan Atas Banjir, Terinspirasi Anies?

Baca juga: Warga Muara Angke Sengsara Dilanda Banjir Rob, Wagub DKI Tawarkan Solusi Tinggal di Rumah Susun

Upaya lembaga penegak hukum, dikatakan Pras, telah sejalan dengan maksud dari usulan hak interpelasi yang diajukan oleh 33 anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan dan PSI.

“Dengan proses penyelidikan yang masih terus didalami KPK terhadap penyelenggaraan Formula E ini menguatkan bahwa niat kami di DPRD menggulirkan hak interpelasi sungguh-sungguh untuk kepentingan publik. Bukan kepentingan politik,” jelasnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo alias Bamsoet telah mengingatkan Formula E Operations (FEO) selaku pemegang lisensi agar tidak memilih kawasan Monas dan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai lintasan balap Formula E karena berada pada area terbatas atau ring utama.

IMI lalu menyarankan FEO untuk melakukan kajian venue dari lima opsi yang ditawarkan, yaitu Jalan Sudirman-Thamrin; Pantai Indah Kapuk (PIK) Penjaringan, Jakarta Utara; Jakarta International Stadium (JIS) Tanjung Priok, Jakarta Utara; JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat dan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

“Kami hanya bisa menyampaikan lima opsi lintasan, selanjutnya untuk menentukan lokasi kami serahkan kepada Bapak Presiden,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved