Berita Kabupaten Bogor
Resmikan Kampung Herbal Desa Bojong Nangka di Gunung Putri, Ade Yasin Panen Jahe Merah
Resmikan Kampung Herbal di Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, Ade Yasin Panen Jahe Merah. Berikut selengkapnya
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, GUNUNG PUTRI - Bupati Bogor Ade Yasin meminta masyarakat Kabupaten Bogor agar memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya.
Hal ini diungkapkan Ade saat meresmikan Kampung Herbal di Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Rabu (24/11/2021).
"Hari ini saya launching Kampung Herbal dan panen perdana jahe merah di Desa Bojong Nangka," kata Ade.
Dia mengapresiasi masyarakat Bojong Nangka karena memiliki kesadaran memelihara lingkungan dengan menanam tanaman yang bermanfaat untuk keluarga maupun bisa bernilai ekonomis.
Baca juga: Terindikasi Jadi Lokasi Prostitusi, Satpol PP Bongkar 14 Tempat Hiburan Malam di Kemang
"Ini luar biasa, warga di kampung ini semuanya punya kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya. Alhamdulillah saya melihat tadi di sekeliling, masyarakat sudah menanam," ujarnya.
Di Kampung Herbal ini, masing-masing pekarangan rumah ada tanaman herbal seperti jahe merah, sereh, terus ada lengkuas dan lain-lain.
Tak hanya itu, ada juga sayuran hidroponik seperti selada, tomat, cabai, dan lain-lain.
Kampung Herbal ini terwujud berkat kerjasama PKK Kabupaten Bogor dan PT. Bintang Toedjoe.
"Mereka berikan support berupa bibit tanaman, lalu ditanam dan dirawat oleh ibu-ibu. Nah tanaman ini nantinya setelah jadi, dipanen dan dijual kembali ke PT. Bintang Toedjoe. Ini suatu kolaborasi yang luar biasa menurut saya, jadi ada manfaatnya," papar Ade.
Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris Sebut UMK Depok Selalu Naik, Buruh Tuntut Naik 5 Persen
Politisi PPP ini menambahkan kampung herbal ini bisa juga jadi destinasi wisata sehat bugar. Selain ada tanaman itu, juga ada minuman-minuman khas dari hasil tanaman pekarangan.
“Saya lihat kampung ini kan rapi, ada warna-warni pagarnya juga, terus ditanam tanaman yang bermanfaat, seperti sayuran dan herbal. Ini bisa jadi destinasi wisata,” terang Ade.
Kalau di Tamansari ada wisata tanaman hias, lanjut Ade, maka di sini juga ada wisata tanaman herbal.
"Ini semakin memperkaya pilihan wisata, bahkan bisa menjadi percontohan, orang-orang dari luar Kabupaten Bogor akan datang ke sini untuk studi banding," tuturnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan menjelaskan, pada dasarnya proses pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh pihak.
Baca juga: Covid-19 Melandai, Ekonomi Kabupaten Bogor Mulai Menggeliat
Salah satunya dilaksanakan melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau PKK.
“Tim penggerak PKK Kabupaten Bogor bekerja sama dengan PT. Bintang Toedjoe untuk membentuk pembina dan membina Kampung Herbal di Kabupaten Bogor. Kami memilih Desa Pamekarsari Kecamatan Parung dan Desa Bojong Nangka kecamatan Gunung Putri sebagai proyek percontohan,” ujar Halimatu Sadiyah.