Jumat, 17 April 2026

Program Gubernur Ganjar Bedah Rumah Warga Miskin Jateng jadi Perhatian Nasional

Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng ini Jateng yang asyik yang membahagiakan ayo bersama-sama memperbaiki rumah yang tidak layak huni,”

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
Innovative Goverment Award (IGA) 2021 Kemendagri 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Program fasilitasi pemilikan rumah warga miskin oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendapat sorotan nasional .

Program yang bernama Jagani Omah Bareng Arum atau Jateng Gayeng Ndandani Omah bareng aplikasi Simperum dipresentasikannya secara virtual dihadapan Kepala Daerah Terinovatif Kategori Provinsi dan Kabupaten.

Dalam acara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setiap tahun ini, mengangkat tema Innovative Goverment Award (IGA) 2021. Untuk diketahui, pada tahun sebelumnya di 2020 Jagani Omah Bareng Arum menjadi satu dari top 10 inovasi pelayanan publik Jateng.

Baca juga: Kecewa dengan Usulan Kenaikan UMK Sebesar 0,71 %, Besok Ribuan Buruh Bekasi Bakal Gelar Unjuk Rasa

“Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng ini Jateng yang asyik yang membahagiakan ayo bersama-sama memperbaiki rumah yang tidak layak huni,” ucap Ganjar saat mengikuti secara virtual acara tersebut, Selasa (23/11/2021).

Ia mengungkapkan meski saat ini programnya belum dapat berbuah dalam waktu dekat namun dirinya menyakini dengan adanya proses yang terus berjalan akan ada hasil yang baik nantinya.

"Sebenarnya kalau dia ambil manfaat-manfaat banget menurut saya belum. Tapi proses terus berjalan dan menunjukkan hasil yang baik,” ungkap Ganjar.

Program Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng ini menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perumahan (Siperum) yang juga dapat digunakan untuk akselerasi penanggulangan kemiskinan.

Aplikasi Simperum ini juga terintegrasi dengan SIDesa atau Sistem Informasi Desa Jateng. Dalam hal Integrasi ini, Ganjar menyebut, nantinya bakal mencapai target penanganan kemiskinan sehingga mempercepat koordinasi lintas sektoral.

Inovasinya ini sudah diimplementasikan dan telah diproyeksikan yang dimana total sasaran sebanyak 125 desa tersebar di 5 daerah yakni Brebes, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas dan Kebumen.

“Ketika nanti sampai akhir tahun ini (target) kemiskinan ekstrem mesti nol, kita sudah punya roadmap-nya,” terangnya.

Ganjar menyebut Simperum ini bahkan dapat membantu dan memudahkan verifikasi dari sasaran PKE tersebut.

Lebih jauh, Ganjar menyebut inovasinya ini dapat memberikan tingkat akurasi data RTLH hingga mencapai angka 80 persen dan nihil duplikasi data yang mana data lebih presisi dan akurat.

“Efisiensi waktu dari 7 hari menjadi 75 menit, efisiensi biaya karena paperless dan juga efisiensi SDM yang semula tiga orang kini bisa satu orang,” tuturnya.

Ganjar mengatakan, inovasi aplikasi ini sudah ditiru beberapa provinsi dan daerah. Antara lain Kalimantan Utara, Kabupaten Blora, dan Brebes. Ditegaskan Ganjar, pihaknya terus melakukan improvement agar aplikasi ini bisa lebih baik dari sekarang.

“Tapi niatan dari inovasi ini adalah bagaimana inovasi menyelesaikan persoalan yang ada di setiap sektor dan subsektor di jawa tengah,” terangnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved