Ini Cara Mencegah Kebutaan Pada Penderita Diabetes
Sebanyak 95 persen pencegahan kebutaan pada retinopati diabetik ialah mengetahui lebih dini penyakit tersebut.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Orang dengan diabetes memiliki risiko 25 kali lebih tinggi mengalami kebutaan dibanding orang tanpa diabetes.
Hal itu diungkapkan dokter spesialis mata dari Universitas Indonesia, Dr Referano Agustiawan, SpM(K), dalam perkenalan secara daring Diabetes Education and Care JEC Eye Hospital and Clinics, Selasa (16/11/2021).
"Orang dengan diabetes pembuluhnya berisiko 25 kali lebih tinggi untuk menderita kebutaan. Karena diabetes itu menyerang pembuluh darah kecil terlebih dahulu seperti mata," ujar Direktur Utama RS Mata JEC@Kedoya, Vitreo-Retina, Cataract Specialist JEC Eye Hospitals and Clinics itu.
Sebenarnya kata Referano, masih ada cara pencegahan kebutaan pada penderita diabetes.
Sebanyak 95 persen pencegahan kebutaan pada retinopati diabetik ialah mengetahui lebih dini penyakit tersebut.
Namun kata Referano, pada banyak kasus penderita diabetes, mereka sudah memeriksakan diri ke dokter dalam keadaan yang sudah parah.
Seharusnya kata Referano, sebelum lima tahun menderita diabetes, pasien harus segera memeriksakan mata ke dokter.
Sebab umumnya, penderita diabetes akan mengalami berbagai masalah mata di awal-awal ia terdiagnosa penyakit tersebut.
Baca juga: Pengunggah Video Sekuriti PIK 2 Pungli: Saya Minta Maaf, Tidak Tahu Prosedur Masuk PIK
Baca juga: Pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Senilai Rp 14 miliar di Pulau Kelapa akan Rampung Desember
Baca juga: Unibraw Dapat Beasiswa StuNed untuk Bidang Pengkajian Risiko Banjir ke IHE Delft Institute
Misalnya saja seperti katarak, mata kering, glaukoma dan neuropati diabetik.
Hal itu lantaran sejumlah syaraf mata akan terganggu apabila gula darah tak dapat dikontrol.
"Jadi sebaiknya saat orang terdeteksi diabetes segera periksa diri untuk mencari masalah di mata," jelasnya.
Apabila hasil pemeriksaan risiko kerusakan mata rendah, maka pasien hanya diminta kontrol setahun sekali.
Namun apabila risiko kerusakaan mata tinggi maka pasien harus rutin kontrol pertiga bulan sekali.
Baca juga: Jadwal Pemilu Masih Buram, Mardani: Jangan Sampai Publik Curiga Masa Jabatan Presiden Diperpanjang
Baca juga: Viral Pesepeda Dihadang Polantas Ketika Lewat JLNT Casablanca, Polisi Tegaskan Belum Ada Aturannya
Baca juga: Waketum MUI Anwar Abbas Minta Polisi Jelaskan Terkait Penangkapan Terhadap Ustaz Ahmad Farid Okbah
Dengan rutinnya kontrol mata, maka penderita diabetes akan terbebas dari bayang-bayang kebutaan di masa yang akan datang.
Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2020, jumlah penyandang diabetes terus meningkat di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia.
Prevalensi diabetes di Indonesia masih mencapai 6,2 persen dengan 10,681,400 kasus. (Des)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dokter-spesialis-mata-dari-universitas-indonesia-dr-referano-agustiawan.jpg)