Rabu, 6 Mei 2026

Anies Sebut Standarnya Tidak Ada Warga yang Meninggal Akibat Banjir

Menurut Anies, pada tahun-tahun sebelumnya risiko meninggal pada saat banjir, utamanya bukan dikarenakan air. Justru sengatan listrik

Tayang:
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/ Junianto Hamonangan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat di Taman Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (14/11/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut penanganan banjir di ibu kota harus dilakukan dengan maksimal. Salah satunya memastikan tidak ada warga yang meninggal akibat banjir. 

Hal itu disampaikan Anies saat disela-sela Apel Kesiapsiagaan Bencana yang digelar PMI DKI Jakarta di Taman Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (14/11/2021). 

“Nomor satu adalah semua warga selamat, tidak ada yang meninggal karena terdampak akibat banjir,” ungkap Anies, di lokasi. 

Menurut Anies, pada tahun-tahun sebelumnya risiko meninggal pada saat banjir, utamanya bukan dikarenakan air. Justru sengatan listrik menjadi penyebab warga meninggal saat banjir.

“Ada kasus karena air tapi 1-2. Tapi utamanya karena sengatan listrik. Karena itu pengelolaan listrik menjadi penting sekali,” ujar Anies. 

Untuk itu pihaknya sudah berbicara dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Komunikasi pun sudah dijalin dan PLN juga telah mengantisipasi untuk bisa mengamankan pada saat terjadi banjir.

Baca juga: Ribuan Orang Mengungsi Akibat Banjir Sintang, Fadli Zon Sindir Jokowi Pilih Naik Motor di Mandalika

Selain itu Anies mengingatkan agar menyiapkan tenda-tenda yang sesuai dengan kondisi saat pandemi seperti sekarang. 

Sehingga dapat menghindarkan penularan jika sampai ada kasus Covid-19 di tempat tempat yang sedang mengalami isolasi. 

“Ketika curah hujan melampaui kapasitas, maka semua bekerja untuk melakukan evakuasi, menyelamatkan semua warga,” ungkap Anies. 

“Karena itu, ada tenda tenda untuk warga tinggal dan tendanya disiapkan saat ini tenda yang sesuai dengan kondisi pandemi,” sambungnya

Lebih lanjut Anies menyebut penanganan banjir di wilayah ibu kota harus bisa dilakukan dalam waktu enam jam. Hanya saja itu target berlaku ketika kondisi sungai sudah surut. 

Anies mengatakan pihaknya telah mengerahkan sejumlah pompa ke lokasi-lokasi yang terdampak banjir supaya dapat kering dengan waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. 

“Terkait dengan pengeringannya. Pompa-pompa disiapkan untuk sebuah kawasan yang tergenang untuk dikeringkan dengan target operasi enam jam,” ungkap Anies. 

Hanya saja target enam jam tersebur ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Anies menuturkan target enam jam penanganan banjir itu berlaku setelah hujan selesai dan sungai surut.

Baca juga: Kawasan di Jakarta Selatan Ini, Terendam Banjir Setinggi Hampir 2 Meter

“Target operasi enam jam sesudah hujan berhenti atau enam jam sesudah sungai surut. Karena itulah menjadi lama, karena aliran airnya masih terus berjalan,” tutur Anies. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved