Virus Corona
Jika Ada 5 Persen Siswa Tertular Covid-19, Pemerintah Bakal Tutup Sekolah Selama 15 Hari
Jika siswa yang tertular Covid-19 berada di kisaran 1-5 persen, maka hanya satu kelas aja yang akan ditutup selama 14 hari.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemerintah bakal menutup sekolah jika ada siswa tertular Covid-19 di atas 5 persen.
Pembelajaran tatap muka (PTM) disekolah tersebut akan disetop selama 15 hari.
"Kalau di atas 5 persen satu sekolahnya kita tutup dulu 15 hari."
Baca juga: Siap Mundur Jika Terbukti Terima Duit dari Bisnis Tes PCR, Luhut: Gitu Aja Repot
"Perbaiki protokol kesehatannya, kemudian baru kita buka lagi," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam diskusi daring di kanal PKS TV, Sabtu (13/11/2021).
Jika siswa yang tertular Covid-19 berada di kisaran 1-5 persen, maka hanya satu kelas aja yang akan ditutup selama 14 hari.
"Kalau itu di bawah 1 persen dari populasi yang kita random test, orang itu saja yang disuruh isolasi, dan sekolahnya tetap bisa jalan," jelasnya.
Baca juga: Mengaku Siap Diperiksa KPK Soal Tudingan Bisnis Tes PCR, Luhut: Enggak Ada yang Saya Takutin
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemendikbudristek, untuk terus memantau protokol kesehatan dalam kegiatan PTM di sekolah.
"Kita ada remote checking di masing-masing sekolah."
"Jadi ada 150 ribu lebih sekolah, 75 juta siswa, kita setiap bulan melakukan balance."
Baca juga: Tempat Kerja Berisiko Tinggi Jadi Klaster Penularan Covid-19, Ini 4 Cara Mencegahnya
"Secara 10 persen kita tes. Kalau ada yang positif, nanti langsung masuk ke database."
"Hal ini untuk kita tahu setiap hari, sekolah-sekolah mana yang ada siswa yang tertular," terangnya.
Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 9.305 orang per 12 November 2021, dan sebanyak 143.628 orang meninggal.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 12 November 2021, dikutip Wartakotalive dari laman Covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 862.643 (20.3%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 706.799 (16.6%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 485.757 (11.4%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 398.840 (9.4%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 158.091 (3.7%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 156.287 (3.7%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 132.553 (3.1%)
RIAU
Jumlah Kasus: 128.521 (3.0%)
BALI
Jumlah Kasus: 114.037 (2.7%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 109.820 (2.6%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 105.942 (2.5%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 89.809 (2.1%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 69.868 (1.6%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 63.779 (1.5%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 59.903 (1.4%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 53.864 (1.3%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 52.115 (1.2%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 49.611 (1.2%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 47.080 (1.1%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 45.574 (1.1%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 41.260 (1.0%)
ACEH
Jumlah Kasus: 38.375 (0.9%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 35.848 (0.8%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 34.658 (0.8%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 34.265 (0.8%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 29.754 (0.7%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 27.745 (0.7%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 23.247 (0.5%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 23.100 (0.5%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 20.141 (0.5%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 14.575 (0.3%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 12.345 (0.3%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 12.093 (0.3%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 11.831 (0.3%). (Igman Ibrahim)