Lifestyle
Pentingnya Menilai Cadangan Ovarium untuk Keberhasilan Program Bayi Tabung
Program bayi tabung jadi alternatif pasangan yang akan memiliki buah hati.
Apabila sel telur wanita sudah habis, maka ia tidak lagi subur.
Kondisi ini umumnya terjadi sekitar usia 40 tahun, diikuti dengan menopause sepuluh tahun kemudian.
Meskipun demikian, usia menopause setiap wanita berbeda-beda, tergantung dari beberapa faktor, seperti riwayat penyakit dan gaya hidup.
Beberapa wanita dapat kehilangan sel telurnya lebih cepat, dan beberapa lainnya lebih lambat.
Baca juga: Bersyukur Miliki Dua Anak, Baim Wong Ingin Biayai Proses Bayi Tabung Pasangan yang Belum Punya Anak
"Usia seorang perempuan merupakan parameter paling sederhana yang sekaligus paling penting dalam memprediksi potensi reproduksinya," kata dr. Yassin, Kamis (11/11/2021).
"Semakin muda usia seorang wanita untuk menjalani program kehamilan, seperti bayi tabung misalnya, maka success rate-nya tentu semakin besar, karena jumlah sel telur yang dimiliki masih lebih banyak, apabila dibandingkan pada wanita yang menjalani program kehamilan berbantu di usia yang lebih lanjut," imbuhnya.
Namun demikian, ada beberapa kondisi di mana wanita di usia reproduksi memiliki cadangan sel telur yang kurang baik (poor ovarium reserve). Beberapa penyebab kondisi cadangan sel telur yang rendah antara lain:
· Kebiasaan merokok
· Memiliki endometriosis
· Memiliki riwayat operasi di indung telur
· Terpapar bahan-bahan toksik kimiawi
· Tindakan kemoterapi atau terkena paparan radiasi dalam jumlah banyak
· Autoimun
· Penyakit infeksi virus HIV
· Kelainan genetik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/hamil129.jpg)