Minggu, 10 Mei 2026

Lifestyle

5 Diet Terbaik untuk Pria Segala Usia

Ada banyak pilihan pola makan untuk pria, efektif, berkelanjutan, dan mudah diikuti dapat menjadi tantangan.

Tayang:
Editor: LilisSetyaningsih

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA  - Tidak hanya wanita, kaum pria masa kini juga sadar untuk  memerhatikan kesehatan tubuhnya.

Tidak hanya untuk kesehatan, tapi juga penampilan. 

Untuk mendapatkan berat badan ideal, selain dengan olahraga, juga dengan memperhitungkan asupan makanan yang dikonsumsinya.

Ada banyak pilihan pola makan untuk pria, efektif, berkelanjutan, dan mudah diikuti dapat menjadi tantangan.

Baca juga: Cerita Ashanty Dibully Teman Sekolah Karena Badannya Gendut hingga Rutin Konsumsi Obat Diet

Baca juga: Babe Cabita Terpaksa Jalani Pola Hidup Diet setelah Divonis Menderita Diabetes

Faktanya, kebutuhan nutrisi pria dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti usia, tujuan kebugaran, dan masalah kesehatan.

Pola makan ini dipilih berdasarkan kriteria berikut:

* Gizi seimbang : Diet kaya akan nutrisi penting dan mengandung campuran protein, karbohidrat, dan lemak sehat baik.

* Mudah untuk diikuti : Pedoman jelas disediakan, dietnya sederhana dan lugas.

* Fleksibel :  Rencana dapat mudah disesuaikan agar sesuai gaya hidup dan preferensi pribadi.

 * Berkelanjutan : Diet tidak terlalu ketat dan dapat diikuti dalam jangka panjang.

* Berbasis bukti : Penelitian tersedia untuk mendukung manfaat kesehatan yang diakui dari diet.

Berikut 5 diet terbaik untuk pria segala usia :

1. Diet Mediterania

Pola makan didasarkan pada diet tradisional di negara-negara seperti Yunani, Spanyol, Italia, dan Perancis.

Diet ini makan banyak bahan bergizi, termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan lemak sehat.

Sementara itu, makanan olahan harus dibatasi, termasuk soda, permen, biji-bijian olahan, dan daging olahan.

Baca juga: Tya Ariestya Jalani Diet Ekstrem hingga Turunkan Berat Badan 26 KG, Benarkah Mau Hamil Anak Ketiga?

Diet Mediterania dikaitkan dengan manfaat kesehatan seperti penurunan peradangan.

Serta risiko kondisi kronis lebih rendah seperti penyakit jantung, diabetes, dan jenis kanker tertentu.

Selain itu, dapat membantu menurunkan berat badan.

Menurut penelitian terhadap lebih dari 32.000 orang, mengikuti diet Mediterania tidak ada risiko kenaikan berat badan dan lemak perut lebih rendah.

2. Pertumbuhan otot : Diet Paleo

Diet paleo dianggap terbaik untuk pertumbuhan otot.

Pola makan tersebut dirancang meniru pola makan masyarakat pemburu-pengumpul makanan kuno.

Bahan olahan minimal. Pria dianjurkan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, daging, ikan, dan unggas.

Sedangkan biji-bijian, kacang-kacangan, produk susu, dan gula tambahan dibatasi.

Baca juga: Konsumsi Bone Broth Jadi Trend Baru, Kuliner Lezat untuk Dukung Kesehatan, Diet dan Kecantikan

Diet paleo sering direkomendasikan bagi mereka yang berharap pembentukan otot.

Mereka dianjurkan diet tinggi protein yang dapat membantu meningkatkan massa otot dipadu dengan latihan ketahanan otot.

Penelitian menunjukkan bahwa diet paleo membantu meningkatkan komposisi tubuh.

Seperti mengurangi lemak tubuh dan lemak perut, serta meningkatkan penurunan berat badan.

3. Menurunkan tekanan darah tinggi : Diet DASH

Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah rencana makan yang dirancang untuk menurunkan tingkat tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung.

Selain membatasi asupan natrium, pola makan ini mendorong bahan padat nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak.

Studi menunjukkan, DASH dapat menurunkan kadar sistolik dan tekanan darah astolic (angka atas dan bawah).

Baca juga: El Rumi Jalani Perawatan di Rumah Sakit Akibat Sakit Lambung, Ahmad Dhani: Akibat Diet Terlalu Ketat

Serta kolesterol total, dan kolesterol LDL (jahat) yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Penelitian lain menunjukkan, DASH dikaitkan penurunan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2.

4. Terbaik untuk diabetes :  diet rendah karbohidrat

Diet rendah karbohidrat fokus pada pembatasan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi.

Membatasi makanan tinggi karbohidrat seperti pasta, roti, dan camilan manis.

Ada beberapa jenis diet rendah karbohidrat.

Sebagian besar mengurangi karbohidrat menjadi kurang dari 130 gram per hari atau sekitar 26 persen dari total kalori harian.

Studi menunjukkan bahwa mengikuti diet kontrol karbohidrat dapat membantu meningkatkan manajemen gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2.

Baca juga: Ivan Gunawan Akan Operasi Payudara Usai Turunkan Berat Badan, Siap Bangun Masjid dan Asrama Santri

Diet rendah karbohidrat terencana baik biasanya kaya serat dan sumber protein tanpa lemak.

Keduanya dapat membantu memperlambat pencernaan dan mencegah lonjakan gula darah setelah makan.

5. Terbaik untuk pria muda : Puasa intermiten

Puasa intermiten adalah pola makan populer menerapkan siklus antara periode makan dan puasa.

Ada beberapa bentuk puasa intermiten, tetapi metode 16/8 salah satu variasi paling populer.

Pola 16/8 mengharuskan membatasi asupan makanan hingga 8 jam saat siang hari.

Puasa intermiten adalah pilihan bagus untuk pria usia kuliah, karena pola makan paling sederhana, nyaman, dan terjangkau.

Penelitian menunjukkan, intermiten dapat menurunkan berat badan dan lemak tubuh.

Plus, secara alami dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan, meningkatkan kekuatan otot dan memperbaiki komposisi tubuh.

Penelitian pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan fungsi otak dan mengurangi peradangan. (Healtline)

Penulis: Intan Ungaling Dian

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved