Breaking News:

Info BPJS Kesehatan

Ieyunatan Lindungi Keluarga dengan Program JKN-KIS

Ieyunatan mengungkapkan bahwa seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2014.

Editor: Ichwan Chasani
dok. BPJS Kesehatan
Ieyunatan (33), pekerja di salah satu badan usaha di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Memahami pentingnya jaminan kesehatan bagi keluarga bukan berarti harus mengalami sakit terlebih dahulu. Tidak perlu ke rumah sakit untuk tahu bahwa sakit dapat menimbulkan banyak biaya bagi si penderita dan keluarga.

Hal inilah yang diyakini oleh Ieyunatan (33), pekerja di salah satu badan usaha di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat.

Ieyunatan mengungkapkan bahwa seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2014.

Dirinya mengatakan bahwa kepesertaannya dalam program JKN-KIS telah didaftarkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Namun, karena sempat berpindah lokasi bekerja, membuat dirinya langsung berkoordinasi dengan HRD tempat ia bekerja yang baru untuk memindahakn kepesertaannya itu.

Ditemui di kediamannya, Ieyunatan membagi pengalamannya mengenai pentingnya Program JKN-KIS bagi masyarakat. Sejak awal mendaftar hingga saat ini, Ieyunatan hanya menjalani pengobatan ringan di Klinik Bhakti Asih, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat ia dan keluarganya terdaftar.

“Pada tanggal 25 Oktober 2017 istri saya melahirkan anak kami yang pertama di Rumah sakit Bhakti Asih. Saat itu istri saya harus menjalani operasi caesar dan dirawat selama tiga hari. Semua biaya perawatan dijamin oleh BPJS Kesehatan. Kemudian, pada tahun 2018, saya membawa anaknya ke Rumah Sakit Bhakti Asih karena anaknya mengalami demam yang sangat tinggi. Kemudian anak saya harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Selama menjalani perawatan, baik istri maupun anak kami dilayani dengan baik sama dengan pasien lainnya,” ungkap Ieyunatan, beberapa waktu lalu.

Meski bukan dirinya langsung yang merasakan sakit dan dirawat di rumah sakit, namun dirinya bisa membayangkan bahwa biaya yang ditimbulkan pasti cukup besar.

Ieyunatan dan istri sangat bersyukur karena proses kelahiran anak pertama dan perawatan anak mereka di rumah sakit dapat dijamin sepenuhnya oleh JKN-KIS, sehingga Ieyunatan dan keluarga tidak perlu khawatir akan biaya pada saat ia atau keluarganya membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ieyunatan pun menyampaikan, jika ia tidak menjadi peserta JKN-KIS dan melakukan pembayaran biaya kesehatan baginya dan keluarganya, maka total iuran yang dikumpulkan tidak akan sebanding dan tidak akan mencukupi biaya pelayanan kesehatan mereka.

"Saya yakin dan percaya Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan jaminan kesehatan yang baik. Oleh karena itu, akan sangat disayangkan jika masyarakat tidak berpartisipasi sebagai peserta, sehingga mereka tidak akan dapat memanfaatkan Program JKN-KIS dengan optimal,” ujarnya.

“Kami berharap Program JKN-KIS dapat selalu berkembang dengan baik, berkesinamungan, dan lebih optimal dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan Kesehatan. Sehingga, Program JKN-KIS dapat senantiasa hadir untuk menjaga kesehatan masyarakat Indonesia," tutup Ieyunatan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved