Breaking News:

Narkoba

Polres Jakarta Timur Amankan 12 Gram Sabu-sabu dari Dua Bandar Narkoba

Tak ada tempat bagi narkoba, demikian komitmenyang dipegang Polres Jakarta Timur. Sekecil apa pun peredaran barang haram itu langsung disikat.

Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan saat memberikan keterangan pers ke awak media di Mapolres Jakarta Timur, Senin (8/11/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur menangkap dua pengedar narkotika jenis sabu-sabu berinisial AS dan DBL.

AS ditangkap di Jalan Kali Pasir, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (4/11/2021). Sedangkan DBL diringkus di Pulogebang, Cakung pada Selasa (2/11/2021).

Baca juga: MUI Kecam Youtuber yang Bikin Konten Investigasi Astral hingga Pemangilan Arwah Vanessa Angel

"AS alias Lele yang beroperasi di wilayah Jakarta Timur, tapi dia kami tangkap di Menteng, Jakarta Pusat," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol  Erwin Kurniawan di Mapolres Jakarta Timur pada Senin (8/11/2021).

Lebih lanjut, dari tangan AS, pihak kepolisian mendapatkan sabu-sabu seberat 9,9 gram yang sudah dipecah ke 70 klip kecil dan satu unit telepon genggam. "Kemudian diedarkan kepada para konsumen," sambung Erwin.

Terhadap pelaku sesuai dengan UU nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika, dikenakan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 dengan ancaman variatif 5 sampai maksimal 20 tahun," papar Erwin.

Selain AS, satu orang pengedar narkoba berinisial DBL ditangkap di Pulogebang, Cakung pada Selasa (2/11/2021) dengan barang bukti 2,11 gram sabu-sabu dan sebuah bungkus rokok yang digunakan sebagai wadah.

Baca juga: Kuras Banjir, Jalan RE Martadinata Ditutup Sementara

"Terkait pelaku DBL kenakan pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1, hukuman maksimal 20 tahun penjara," terang Erwin.

Dengan penangkapan dua pengedar narkotika tersebut, Polres Metro Jakarta Timur mendapatkan sekira 12 gram narkotika jenis sabu-sabu.

"Dari keterangan para tersangka, mereka berkontribusi terhadap distribusi narkotika di wilayah Jakarta Timur," jelas Erwin.

Pihak kepolisian masih mendalami kasus pengedaran narkotika ini karena masih ada pelaku atau bandar berinisial B yang masih masuk dalam lis Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Setelah dikembangkan, kami juga akan mencari pelaku dan bandar lain berinisial B. Ini masih DPO. Modus operandinya adalah dia menawarkan langsung dan menjual langsung ke konsumen," pungkas Erwin.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved