Selasa, 14 April 2026

Jokowi Berbahasa Sangat Sederhana, Jubir Presiden Juga Dinilai Harus Bisa Begitu

Partai NasDem menilai posisi jubir Jokowi sangat mendesak untuk diisi figur baru.

Biro Pers Setpres
Ali menyebut, kriteria jubir harus memahami gaya komunikasi Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Posisi Juru Bicara Presiden lowong setelah ditinggalkan Fadjroel Rachman yang ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan.

Partai NasDem menilai posisi jubir Jokowi sangat mendesak untuk diisi figur baru.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: 23 Jenis Varian Delta Ditemukan di Indonesia, Tipe AY.23 Ada 3.050 Kasus

"Sepakat saya bahwa jubir presiden, mengisi posisi jubir itu menjadi sangat mendesak."

"Karena di akhir-akhir ini memang banyak sekali kebijakan-kebijakan pemerintah yang harus disampaikan ke publik secara sederhana dan dipahami masyarakat," tutur Ali.

Ali menyebut, kriteria jubir harus memahami gaya komunikasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Tinggalkan Hanura, Gede Pasek Suardika Kini Nakhodai Partai Kebangkitan Nusantara

Namun, keputusan terkait siapa yang akan menjadi jubir presiden ada di tangan Jokowi.

"Figurnya itu hak presiden, NasDem tidak menentukan figur itu."

"Tetapi kita tidak mau kemudian jubir presiden itu orang yang eksklusif, tapi orang yang mampu memahami gaya diskusi gaya bicara dari presiden."

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Melandai, CDC Amerika Serikat Masukkan Indonesia ke Zona Hijau

"Sehingga menyampaikannya kepada rakyat itu lebih sederhana, tidak ribet, dipahami masyarakat," ucap Ketua Fraksi Partai NasDem DPR itu.

Ali menilai tak masalah jika latar belakang jubir baru Jokowi berasal dari kalangan profesional.

Namun, yang terpenting menurutnya sosok jubir yang baru bisa memahami gaya komunikasi Jokowi.

Baca juga: Masih Punya Pengaruh Cukup Besar, Jokowi Bisa Jadi King Maker Atau Bandul Politik di Pilpres 2024

"Ya seorang profesional, aktivis, itu enggak ada masalah, enggak ada masalah menurut NasDem."

"Karena kenapa miss? Karena orang tidak memahami gaya komunikasi presiden."

"Pak Presiden orang yang sangat sederhana dalam berbahasa."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved