Kolom Trias Kuncahyono
Prof Sumanto Al Qurtuby: Wajah Baru Arab Saudi, Perempuan Tidak Lagi Konco Wingking
Di Arab Saudi, terjadi perubahan yang sangat dramatis di hampir semua sektor: ekonomi, pendidikan, sosial, agama, dan lainnya.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Arab Saudi selama ini dianggap paling konservatif dibandingkan negara lain di Timur Tengah.
Namun, sejak beberapa tahun terakhir, menurut kesaksian Prof Sumanto Al-Qurtubi yang tinggal di Arab Saudi, terjadi perubahan yang sangat dramatis di hampir semua sektor: ekonomi, pendidikan, sosial, agama, dan lainnya.
Salah satu perubahan nyata, terlihat dari peran perempuan.
Dulu perempuan hanya diberi peran dalam urusan privat, urusan rumah tangga. Sekarang perempuan sudah berperan di banyak sektor publik.
Misalnya, banyak perempuan yang menjadi eksekutif perusahaan. Kepolisian pun sudah membuka pintu untuk perempuan.
Bahkan Angkatan Bersenjata Arab Saudi akan membuka kesempatan untuk perempuan.
Baca juga: Trias Kredensial Bersama Dr Baskara T Wardaya SJ: Jas Merah
Perubahan yang dramatis juga terjadi di Dewan Syuro. lembaga penasihat Raja ini, yang dulu hanya diisi kaum lelaki, kini memberi kursi bagi perempuan sebanyak 30 persen.
Apakah perubahan dramatis di Arab Saudi tersebut juga berpengaruh ke Indonesia?
Untuk mengetahui lebih jauh apa saja perubahan yang telah terjadi di Timur Tengah, terutama di Arab Saudi, wartawan senior Trias Kuncahyono melalui Trias Kredensial mengundang Sumanto Al Qurtuby, profesor Antropologi Budaya Universitas King Fadh Saudi Arabia, berikut ini petikan wawancara secara virtual:
Profesor Sumanto, kita ingin mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di Timur Tengah, terutama di Arab Saudi di berbagai aspek kehidupan, termasuk terkait masalah peran perempuan pada saat ini?
Betul, dalam beberapa tahun belakangan ini Arab Saudi mengalami perubahan yang sangat fundamental. Sangat signifikan. Perubahan perkembangan terjadi hampir di semua level. Mulai dari ekonomi, pendidikan, kebudayaan, bahkan sampai ke soal keagamaan.
Delapan tahun lalu saat saya datang pertama kali ke Arab Saudi, memang sudah ada perubahan di sana. Tapi belum semasif dalam beberapa tahun belakangan ini. Termasuk dalam perubahan itu, tentang perempuan.
Baca juga: Wawancara Trias dengan J Kristiadi: Solusi Optimistis Penyelesaian Masalah Papua
Saya tentu sangat mengapresiasi perubahan-perubahan yang terjadi hampir di semua sektor kehidupan di Arab Saudi. Karena selama ini Arab Saudi dianggap sebagai negara yang paling konservatif di seantero Timur Tengah dalam persoalan kultur, kebudayaan maupun keagamaan. Stigma, stereotip Arab Saudi dianggap sangat konservatif dan militan.
Nah, apa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini justru menunjukkan sesuatu yang luar biasa perubahannya, bahkan melebihi yang terjadi di kawasan-kawasan lain. Tingkat reformasi perubahan sosial yang terjadi itu sangat dramatik, kalau saya katakan. Saya termasuk orang yang menyaksikan proses perubahan-perubahan itu dan apa yang terjadi di masyarakat.
Bisa lebih dijelaskan secara spesifik Prof Sumanto, misalnya perubahan di bidang keagamaan itu seperti apa? Kan tadi disebutkan digambarkan secara dramatik?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/trias-sumanto.jpg)