Minggu, 12 April 2026

Virus Corona

Jokowi: Lebih Baik Tidak Bepergian ke Mana-mana Saat Natal dan Tahun Baru

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, libur Nataru menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak kecil.

BPMI Setpres
Presiden Jokowi meminta seluruh kepala daerah mengatur libur Natal dan tahun baru (Nataru), agar tak menimbulkan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh kepala daerah mengatur libur Natal dan tahun baru (Nataru), agar tak menimbulkan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, libur Nataru menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak kecil.

"Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan tahun baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan," ujar Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Status Bebas Zona Merah Covid-19 di Indonesia Masih Bertahan, Oranye Juga Nihil, Kuning Ada 504

Berdasarkan hasil survei, ada 19,9 juta orang yang berniat mudik pada momen libur tersebut.

Menurut Presiden, jumlah yang tidak sedikit itu harus diantisipasi oleh semua provinsi, kabupaten, dan kota.

"Inilah yang harus kita antisipasi, semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar Natal dan tahun baru ini lebih baik tidak bepergian ke mana-mana," pinta Presiden.

Baca juga: Tak Cuma Pesawat, Pemerintah Juga Bakal Wajibkan Tes PCR untuk Penumpang Moda Transportasi Lain

Oleh karena itu, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memiliki peranan yang sangat penting dalam menyosialisasikan hal tersebut.

Terutama, untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang ketiga yang tidak diharapkan.

"Kita harapkan Natal dan tahun baru bisa kita kelola dengan baik, karena hampir semua epidemiolog takut bahwa yang memicu gelombang ketiga nanti ada di Natal dan tahun baru."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi 10, Terbanyak di Bengkulu

"Saya harapkan semuanya dirancang, direncanakan secara detail sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, menghargai norma-norma yang ada."

"Tetapi sekali lagi, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak, itu yang terus harus kita jaga," bebernya.

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 13.554 orang per 25 Oktober 2021, dan sebanyak 143.235 orang meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 25 Oktober 2021, dikutip TribunTangerang dari laman Covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 860.962 (20.3%)

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved