Pengerjaan Waduk di Sekitar TPU Rorotan Terkendala Lahan yang Basah
Selain itu pengerjaan di lapangan juga terkendala lahan yang basah karena terguyur hujan sehingga proses pengerukannya berjalan tidak maksimal.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Selain itu alat berat seperti eskavator dan amfibi juga dikerahkan untuk proses pembuatan tanggul di sekitar Waduk Belibis. Sehingga ditargetkan bisa rampung akhir tahun ini.
“Kami optimistis pengerjaan Waduk Belibis akan selesai pada akhir Desember mendatang,” ujar Tjahyono.
Baca juga: Guna Hindari Genangan Air, Petugas SDA Jakarta Timur Memerbaiki Tanggul Waduk Rawa Baboon yang Jebol
Lebih jauh pengerjaan Waduk Belibis di atas lahan seluas 3,8 hektare juga untuk mengantisipasi genangan saat terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.
Pasalnya Waduk Belibis akan berfungsi menjadi kolam retensi yang mampu menampung air hujan untuk sementara waktu kemudian mengalirkan kembali secara perlahan hingga bermuara ke laut.
"Sejak dibangun Waduk Belibis, permasalahan genangan di Jalan Sungai Brantas, Kelurahan Semper Barat sudah mulai teratasi," katanya.
Nantinya apabila proses pengerjaan sudah bisa rampung, kedepannya bisa segera diwujudkan pembuatan pintu air inlet dan outlet di Waduk Belibis dengan sistem buka tutup.
"Kemudian akses Waduk Belibis bisa dilengkapi dengan hadirnya ruang terbuka hijau, ekowisata, area parkir, dan sebagainya," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/foto-pengerjaan-waduk-di-tpu-rorotan-cilincing.jpg)