KISAH SUKSES: Bisa Ekspor Kopi ke Jerman dan Belanda setelah Gabung Jakpreneur

Upaya Pemprov DKI Jakarta dalam membangkitkan perekonomian melalui program Jakpreneur diapresiasi.

Sarana Jaya untuk wartakotalive.com
BUMD Sarana Jaya memberikan fasilitas kepada pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berupa ruang dan alat perlengkapan usaha dalam kegiatan Jak Preneur Fest di Cibubur Junction, Jakarta Timur, 1-9 Mei 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Upaya Pemprov DKI Jakarta dalam membangkitkan perekonomian melalui program Jakpreneur diapresiasi.

Pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan dan pendampingan saja, tapi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga dapat bantuan modal untuk menstimulus usahanya.

Seperti yang dialami Carlo Mayer Mozass Putra (36), pemilik Mozass Healthy Laboratory, asal Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sejak bergabung dengan Jakpreneur pada akhir 2018 lalu, usaha kopi dan madu yang dijualnya semakin berkembang.

Baca juga: Jakpreneur Tumbuhkan Ratusan Ribu Pelaku UMKM di Jakarta, Simak Syarat dan Cara Pendaftarannya

Bahkan sejak 2020 lalu, dia rutin mengekspor kopi dan madu ke negara Eropa seperti Jerman dan Belanda.

Tidak hanya itu, dalam beberapa kesempatan dia juga menghadiri pameran UMKM di negara Inggris maupun Jepang.

“Kami mengirim (kopi dan madu) ke Eropa dan mereka mengakui kopi yang kami tawarkan. Itu dikirim ke negara Belanda dan Jerman sejak Maret 2020 lalu,” ujar Carlo saat dihubungi pada Sabtu (16/10/2021).

Carlo bercerita, sebelum mengikuti Jakpreneur pada 2017 lalu, dia hanya mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 10 juta per bulan.

Beda halnya ketika mengikuti program Jakpreneur, omzet pendapatannya meroket hingga Rp 25-30 juta per bulan.

Selain mendapatkan pelatihan bisnis, produk yang ditawarkan Carlo juga dipromosikan oleh pemerintah daerah.

Hal itulah yang membuat kopi dan madu miliknya semakin terkenal di beberapa daerah Jakarta, termasuk di Eropa.

Menurut dia, rasa dari kopi yang dia jual sebetulnya sama dengan kopi lainnya, namun dari sisi kesehatan tentu berbeda.

Kata dia, kopi yang dia jual ditanam secara organik, sehingga bebas dari bahan kimia seperti pestisida.

Sementara untuk madu yang dia jual, bebas tambahan gula sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved