Edukasi Kesehatan
Gangguan Seksual Bisa Jadi Tanda adanya Penyakit Kronis
Munculnya gangguan seksual tidak sekedar berkaitan dengan kenikmatan seks pada diri sendiri dan pasangan. Namun juga bisa tanda adanya penyakit lain
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Munculnya gangguan seksual tidak sekedar berkaitan dengan kenikmatan seks pada diri sendiri dan pasangan. Namun juga bisa jadi tanda adanya penyakit kronis lain.
Jadi bila gairah seksual menurun, cepat lelah, gangguan ereksi, dan ejakulasi dini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.
Bahkan sebelum muncul gejala tersebut baru ‘hanya’ sering cepat lelah padahal cukup tidur dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berat, harus sudah berhati-hati.
Gangguan seksual sangat berhubungan dengan penuaan dan sindrom metabolik yang menimbulkan penyakit tidak menular (PTM) kronis.
Baca juga: Hati-hati Pria dengan Perut yang Buncit, Tanda Hormon Testosteron Turun. Gairah seks Ikut turun
Baca juga: Turunnya Hormon Testosteron Pada Pria Bikin Melorot Gairah Seks, tapi Ada Hal lain, Apa Saja?
Sindrom metabolik merupakan sekelompok kondisi yang meningkatkan risiko penyakit, mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kelebihan lemak tubuh terutama di sekitar perut, serta kolesterol tinggi.
Seperti diketahui peningkatan gula darah, tekanan darah tinggi, kolesterol adalah ‘ibu’ dari segala penyakit. Penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, diantara penyakit yang bersumber dari meningkatnya gula darah, tekanan darah, serta kolesterol.
Penyakit tersebut, seringkali tidak disadari, tahu-tahu berakibat fatal. Seperti serangan jantung dan stroke. Padahal tubuh sebenarnya sudah memberikan sinyal, namun tidak disadari oleh empunya tubuh.
Medical Sexologist dr. Binsar Martin Sinaga menjelaskan, munculnya gangguan metabolik akan terlihat dengan adanya gangguan pembuluh darah. Termasuk pembuluh darah ke penis.
Gangguan ini akan menyebabkan terjadinya gangguan seksual seperti melemahnya ereksi, turunya gairah seks.
Gangguan pembuluh darah di organ tubuh lain mungkin tidak bisa langsung dirasakan, namun ketika gangguan pembuluh darah di penis, barulah seorang pria merasa terganggu. Karena aktivitas seksnya juga menjadi terganggu.
Namun sebelum terjadinya penyakit kronis tersebut, sebenarnya seorang pria seharusnya sudah perhatikan ketika muncul gangguan kelelahan, tidak ada gairah seksual.
Dokter akan memeriksa semua parameter dari sindrom metabolik tersebut termasuk kadar hormon testosteron.
Menurunnya kadar testosteron sangat mempengaruhi aktivitas seksual seseorang. Kadar testosteron yang normal antara 400-700 ng/dL (nanogram per desiliter).
Baca juga: 3 Penyebab Rasa Nyeri saat Berhubungan Intim, Ini Solusinya Menurut dr Binsar Martin Sinaga FIAS
Baca juga: Tidak Perlu Ragu Menikah di Usia Matang Soal Kesehatan Reproduksi, ada Banyak Cara Agar Tetap Joss
Jika ditemukan kadar dibawah angka 400 ng/dL, artinya hormon tersebut sudah berkurang. Gangguan akan muncul, tidak hanya gangguan seksual tapi juga sindrom metabolik.
“Kalau tubuh tidak fit, akan kehilangan gairah seksual. Dorongan impulsif menurun, aliran darah menurun, pembuluh darah bermasalah. Akan jadi gangguan seksual,” tutur dr. Binsar saat menjadi pembicara dalam talkshow edukasi seksual yang diselenggarakan Wartakotalive, dan Tribun Network dengan tema ‘Gangguan Kebugaran Tubuh dan Hilangnya Gairah Lelaki’, pada kamis malam (14/10/2021).