Edukasi Kesehatan

Tidak Perlu Ragu Menikah di Usia Matang Soal Kesehatan Reproduksi, ada Banyak Cara Agar Tetap Joss

Dengan berbagai alasan, banyak orang memilih menunda pernikahan pertamanya. Menjadi diusia 40 tahun keatas

Penulis: Joanita Ary | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Bali
Pasangan suami istri bercinta - Ilustrasi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dengan berbagai alasan, banyak orang memilih menunda pernikahan pertamanya.

Bila generasi sebelumnya menikah dikisaran usia 20an tahun atau bahkan dibawahnya. Saat ini
sudah mulai bergeser menjadi diusia diatas 30an atau bahkan di usia 40an tahun keatas.

Pilihan ini tentu ada plus dan minusnya. Namun namanya pilihan tidak lagi berkutat pada benar dan salah. Sebab apapun pilihannya itulah yang terbaik.

Bagi pasangan pria dan wanita yang akan melangsungkan pernikahan pertamanya pada usia 40an tahun keatas atau bisa disebut juga dalam fase usia matang, biasanya orang-orang dengan rentang usia tersebut rata-rata sudah lebih stabil dalam pekerjaan dan karirnya, sudah teratur pula hidupnya dengan segala macam kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan selama mereka melajang. 

Baca juga: 3 Penyebab Rasa Nyeri saat Berhubungan Intim, Ini Solusinya Menurut dr Binsar Martin Sinaga FIAS

Baca juga: Siapa Bilang Pria Selalu Perkasa Sepanjang Usia, di Atas 40 Tahun juga Mengalami Penurunan

Namun seiring  bertambahnya usia pula, kesehatan juga semakin menurun. Tidak sebugar usia 20an tentunya.

Termasuk kesehatan reprodukasi. Baik pria maupun wanita. 

Medical Sexologist dr. Binsar Martin Sinaga Fias, yang berpraktik di Sex and Men's Health Clinic Raditya Medical Centre di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat ini menjelaskan  bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan di usia matang ini baiknya memperhatikan juga faktor-faktor utama yang menjadi dasar agar terwujud pernikahan yang menyenangkan dan membahagiakan. 

Baca juga: 3 Penyebab Rasa Nyeri saat Berhubungan Intim, Ini Solusinya Menurut dr Binsar Martin Sinaga FIAS

Baca juga: Jangan Tunda Periksa Kesehatan Reproduksi Jika Tak Kunjung Punya Buah Hati

Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah mengenai kesehatan hormon baik pria maupun wanita. 

Para pria hormon testosteron yang menjadi paling utama. Sedangkan pada wanita hormon estrogen.

"Hormon testosteron yang diidentikkan sebagai hormon pria, berpengaruh terhadap libido atau  gairah seksual, kebugaran tubuh, pembentukan massa otot dan lain sebagainya," ujar dokter Binsar dalam  edukasi seksual yang diadakan Wartakotalive.com,  dengan tema Rahasia dan Kiat Sukses Menikah di Usia Matang, pada Kamis (7/10/2021).

dr.Binsar menjelaskan bahwa kebugaran pada pria sangat bergantung pada hormon testosteron. Umumnya, pria akan mengalami penurunan kadar hormon testosteron pada usia diatas 45 tahun. 

Baca juga: Jangan Abaikan Disfungsi Ereksi, Gangguan Reproduksi Ini Banyak Dialami Pria Usia 40-70 Tahun

Baca juga: Kepala BKKBN Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi Sejak Dini

Hormon testosteron ini tidak hanya mempengaruhi gairah seksual tapi juga kesehatan lebih umumnya. Bahkan hormon ini juga berperan menambah risiko penyakit tidak menular seperti Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis, hipertensi (darah tinggi). Secara umum, kesehatan pada pria juga akan mengalami penurunan, seiring menurunnya kadar hormon testosteron. 

dr. Binsar mengatakan, ada beberapa tanda  pada pria ketika terjadi penurunan kadar hormon testosteron, yakni  ditandai dengan : 
• Kebugaran seks menurun 
• Tubuh mudah lelah dan capek 
• Mood yang tidak stabil 

Jika seorang pria yang akan melangsungkan pernikahan kemudian  mengalami hal-hal tersebut diatas, yang bisa dilakukan adalah segeralah berkonsultasi ke dokter.

Baca juga: Ridwan Kamil Bandingkan Angka Reproduksi Covid-19 Sebelum dan Sesudah PSBB Bodebek, ini Datanya

Baca juga: TNI AD Hapus Aturan Pemeriksaan Selaput Dara, AU dan AL Cuma Periksa Kesehatan Reproduksi

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved