Perpustakaan Nasional

Gol A Gong: Literasi Baca Tulis Di Era Digital Mutlak Diperlukan, Ini Alasannya

agar bisa berliterasi digital dengan baik, seseorang harus punya kemampuan literasi informasi yang baik pula

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Umar Widodo
Istimewa
Webinar Literasi Baca Tulis di Era Digital yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional RI, Jumat, (15/10/2021). 

Sebuah riset mengatakan bahwa per 2020, tidak kurang dari empat miliar penduduk bumi mengakses media digital setiap harinya. 

Di Indonesia tidak kurang dari 170 juta penduduknya masif bermedia sosial. Mayoritas pengguna media sosial di Indonesia merupakan golongan usia produktif.

Faktanya, mereka yang aktif di media sosial tidak semua memiliki kemampuan literasi digital yang baik.  

Apalagi, sejak pilpres berakhir, lalu-lalang informasi sesat begitu merajalela. Hoax beredar dimana-mana.

“Masyarakat Indonesia tipikal masyarakat verbal. Doyan bercakap-cakap ketimbang membaca buku atau membedah buku," kata Founder Komunitas Nulis Aja Dulu Irma Susanti.

Literasi merupakan bagian dari kognitif setiap manusia yang diartikan sebagai kecakapan dalam hidup, kemampuan memahami dan menganalisis serta mensintesakan (memadupadankan) banyak hal.

Literasi harus dikembangkan atau dijadikan kebiasaan sehingga terjadi proses transfer knowledge tanpa henti.

"Orang yang terbiasa berliterasi akan berpikiran terbuka, kritis, dan produktif," kata Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas, Adin Bondar. (ign).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved