Breaking News:

Kesehatan

Nyeri Wajah Sebelah Membuat Nenek di Jakarta Mau Akhiri Hidup, Akhirnya Sembuh dengan PRFR

Nenek di Jakarta mau akhiri hidup lantaran rasa sakit yang tertahankan. Nenek menderita nyeri wajah sebelah atau trigeminal neuralgia.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Nyeri Wajah Sebelah Membuat Nenek di Jakarta Mau Akhiri Hidup, Akhirnya Sembuh dengan PRFR. 

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang radiologi, yaitu MRI, guna memastikan diagnosis dan menyingkirkan penyakit lain yang juga menyebabkan nyeri pada wajah selain trigeminal neuralgia. Misalnya sinusitis, cluster headache, glaukoma, migrain dan lainnya.

Sembukan dengan Metode PRFR

Dokter akan menentukan langkah-langkah pengobatan bila dari hasil MRI menunjukkan diagnosis trigeminal neuralgia.

Nyeri wajah sebelah yang satu ini biasanya tidak merespons atau tidak mempan dengan pemberian antinyeri biasa.

Antiepilepsi biasanya seringkali diresepkan dokter sebagai langkah awal untuk membantu mengatasi nyeri tak tertahankan ini.  

Ketika obat tidak membantu atau nyeri masih menetap, maka dokter akan menganjurkan langkah berikutnya untuk menyembuhkan nyeri akibat trigeminal neuralgia dengan metode PRFR atau Percutaneous Radio Frequency Rhizotomy.

PRFR atau istilah lainnya radiofrekuensi ablasi dapat menjadi salah satu solusi pada nyeri wajah sebelah trigeminal neuralgia.

Teknologi PRFR ini memiliki tingkat keberhasilan yang cukup baik. Dan pada kebanyakan kasus pascatindakan pasien tidak perlu minum obat penghilang nyeri saraf lagi.

Baca juga: Saluran Air Longsor Sepanjang 25 Meter di Kwitang Raya, Diperbaiki

Selain itu, teknologi radiofrekuensi ablasi ini dapat menjadi pilihan bagi penderita nyeri wajah sebelah yang enggan atau takut melakukan tindakan bedah setelah menimbang risiko operasi.

Tindakan PRFR atau radiofrekuensi ablasi merupakan salah satu bentuk interventional pain management (IPM) yang dilakukan dengan mengalirkan gelombang panas radiofrekuensi ke cabang saraf trigeminal sesuai dengan daerah wajah yang mengalami nyeri.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke-28, Ady Sky Gelar Syukuran Rumah Baru hingga Bisnis Makanan Raja Krispy

Pada radiofrekuensi ablasi, gelombang panas (thermal) yang dihasilkan arus listrik akan memblokir rasa nyeri agar tidak dialirkan melalui saraf ke otak sehingga penderitanya tidak lagi merasakan nyeri pada wajahnya.

Gelombang radiofrekuensi ini dihasilkan oleh alat khusus dan dihantarkan melalui jarum yang juga didesain secara khusus ke cabang saraf trigeminal yang berada pada dasar tengkorak dengan panduan alat fluoroskopi (X-Ray).

Kata rhyzotomy sendiri, terdiri dari dua kata, ’rhyzo’ artinya akar dan ‘tomy’ artinya memutus/mematikan/merusak.

Baca juga: Resmi Jadi Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko Janji Tuntaskan Program yang Belum Rampung

Pada kasus trigeminal neuralgia ini, rhizotomy dilakukan pada cabang saraf trigeminal di dasar tulang tengkorak untuk mematikan sebagian kecil bagian saraf yang bertanggung jawab menghantarkan sensasi nyeri ke otak sehingga nyeri tak dirasakan lagi.

Keunggulan PRFR ini bersifat selektif sehingga dokter dapat memilih cabang saraf trigeminal yang mana yang akan ‘dimatikan’ sehingga nyeri pun hilang.

“Nyeri wajah sebelah trigeminal neuralgia bisa sembuh dengan PRFR. Teknologi ini dapat dilakukan pada kasus pasien yang tidak memungkinkan dilakukan operasi karena kondisinya tidak memungkinkan secara medis, pernah terapi bedah namun gagal dan pada kasus serangan nyeri akut yang hebat yang perlu penanganan segera,” papar dr. Mustaqim lebih lanjut.

Nenek Mau Bunuh Diri

Suchaeti ( 71 ) warga Jakarta menyatakan bahwa ia sudah lebih dari 3 tahun alami nyeri wajah sebelah. Kondisi itu membuatnya tersiksa.

Hal itu membuatnya sempat berniat untuk bunuh diri lantaran rasa nyeri yang hebat.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Permohonan Paspor Umrah di Bekasi, Petugas Layanan Imigrasi Ditambah

Berwudhu, makan, minum bisa membuat nyeri ini datang dan obat pun sudah tidak mempan. Selain itu, sudah mencoba berobat kemana-mana, namun tanpa hasil.

Sudah 10 rumah sakit ia datangi untuk menyembuhkan rasa sakit ini.

"Akhirnya alhamdulillah rasa nyeri menyiksa pada wajah sudah 3 tahun ini sudah hilang karena saya memilih untuk dilakukan PRFR atau radiofrekuensi ablasi oleh dr. Tyo. Sekarang saya sudah dapat melakukan aktivitas seperti semula," kata Suchaeti.

Baca juga: PAUD Hingga SMA Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Saat PTM Terbatas

Beberapa keuntungan PRFR:

-   Tanpa bedah

-   Risiko relatif lebih rendah dibandingkan tindakan pembedahan

-   Prosesnya cepat

-   Tanpa rawat inap

-    Hemat biaya atau biaya lebih terjangkau

-   Dapat segera dilakukan

-    Memerlukan sarana yang lebih sederhana

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved