Breaking News:

PAUD Hingga SMA Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Saat PTM Terbatas

Adapun durasi waktu pembelajaran hanya berlangsung selama dua jam. Saat itu, para siswa mengenakan seragam bebas.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Agus Himawan
Istimewa
Lurah Cempaka Putih Timur Tinjau Prokes 6 sekolah gelar PTM 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sejumlah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jakarta Timur sudah dilaksanakan sejak Selasa (12/10/2021).

Salah dua di antaranya adalah Paud Dahlia dan Paud Bougenville yang berlokasi di Cawang, Jakarta Timur. Demikian diungkap Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan Cawang, Rekowati, di PAUD Dahlia pada Rabu (13/10/2021).

Lebih lanjut, kata Rekowati, walau sudah dibuka, kedua PAUD yang berlokasi di Cawang, Kramat Jati ini hanya melakukan PTM pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Siswa yang hadir menggunakan masker dan jarak antar bangku diberi jarak sekira satu meter.

Adapun durasi waktu pembelajaran hanya berlangsung selama dua jam. Saat itu, para siswa mengenakan seragam bebas.

“Kegiatan pembelajaran tatap muka dilakukan seminggu hanya tiga kali pertemuan,” sambungnya. Rekowati berharap, kegiatan PTM di Paud bisa berjalan dengan lancar dengan penerapan Protokol Kesehatan.

Di tempat terpisaH, Lurah Cempaka Putih Timur Shinta Purnama Sari memantau proses PTM terbatas di SMAN 30 Jakarta Pusat pada Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Jumlah Sekolah yang Menggelar PTM di Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat Bertambah 194

Shinta ingin melihat secara langsung dan memastikan penerapan protokol kesehatan di sekolah tersebut.
Sehingga siswa tetap belajar dengan aman dan nyaman serta tidak khawatir terpapar Covid-19.

“Kami dari Pemerintah Daerah ingin hadir dan melihat langsung pelaksanan PTM di sekolah agar murid dan orangtua murid merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Shinta juga mengingatkan terus para siswa dan guru untuk mematuhi prokes selama proses belajar di kelas berlangsung.

Karena ia tidak mau sekolah SMAN 30 Jakarta Pusat dikenakan sanksi karena abai terhadap prokes. Apalagi sampai diberikan sanksi tutup sementara lantaran ada siswa yang terpapar Covid-19.

“Saat kami tinjau, tidak ada masalah dan semua sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya.

Shinta menambahkan, ada lima sekolah lainnya yang sempat didatangi seperti SMPN 47, SMPN 71, SMPN 77, SMKN 39, dan SD Cempaka Wangi. Shinta menyebut semua sekolah yang didatangi menerapkan prokes secara baik agar tidak ada siswa yang terpapar Covid-19.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved