Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur

Kombes Ahmad Ramadhan Bantah Perbedaan Hasil Visum Tiga Anak yang Diduga Dicabuli di Luwu Timur

Polisi terus melakukan penyelidikan dugaan pencabulan anak yang terjadi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Editor: Sigit Nugroho
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polisi terus melakukan penyelidikan dugaan pencabulan anak yang terjadi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Terkait penyelidikan, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, memberikan keterangan.

Ahmad membantah adanya perbedaan hasil visum tiga anak yang diduga dicabuli ayahnya sendiri di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Menurut Ramadhan, hasil visum yang berbeda hanyalah visum mandiri yang dilakukan oleh ibu korban di RS Vale Sarwoko.

Sedangkan dua visum lainnya menyatakan tidak ada kelainan dalam alat kelamin ketiga anak tersebut.

Baca juga: Pria Lanjut Usia Diduga Pelaku Pencabulan Anak Diamankan Polisi

Baca juga: Brigjen Rusdi Hartono Sebut Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur Bisa Diusut Kalau Ada Bukti Terbaru

Baca juga: Sama-sama Terjerat Kasus Pencabulan Anak, Ini Beda Aktor Hollywood Kevin Spacey dan Saipul Jamil

"Jadi tidak ada perbedaan hasil visum. Ada perbedaan tapi perbedaan rekam medis atau pemeriksaan medis yang dilakukan Mandiri oleh ibu korban. Tapi pemeriksaannya pada tanggal 31 Oktober 2019. Jadi 2 pemeriksaan yang berbeda waktunya antara tanggal 9 dan 31 Oktober," kata Ramadhan kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Ramadhan menyatakan perbedaan hasil visum mandiri yang dilakukan ibu korban bisa jadi karena perbedaan waktu pemeriksaan medis.

Dia baru melakukan visum mandiri tiga minggu setelah dugaan adanya tindak pencabulan.

"Maaf ya saya mencontohkan kalau misalkan tangan saya tidak luka, saya diperiksa kan tidak luka. Kemudian tiga hari kemudian saya kena pisau maka ketika saya luka saya diperiksa hasilnya luka karena tanggalnya berbeda. jadi saya ulangi tidak ada perbedaan visum karena itu harus dilakukan di waktu yang sama," ujar Ramadhan.

"Kalau ada seorang luka diperiksa tanggal 9 kemudian diperiksa di tempat lain harus tanggalnya sama. Kalau dia waktunya sudah dua minggu apalagi 3 minggu bisa terjadi perbedaan," sambungnya.

Lebih lanjut, Ramadhan menyatakan pihaknya masih tengah mendalami kasus tersebut.

Khususnya terkait ada atau tidaknya dugaan pencabulan terhadap ketiga anak tersebut.

"Ini masih terus berjalan. Penyelidikan masih terus berjalan dan tim masih melakukan penyelidikan," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pencabulan 'Tiga Anak Saya Diperkosa' di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memasuki babak baru.

Pasalnya, ada perbedaan hasil visum tiga anak yang diduga dicabuli ayah kandungnya sendiri tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved