Formula E

Soal Balapan Formula E, Justin Untayana: Mengungkap Fakta Itu Harus Berdasarkan Data Bukan Asumsi

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Justin Untayana, minta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan sendiri soal Formula E.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ratusan orang berunjukrasa di Balai Kota DKI, Jumat (3/9/2021) untuk mendesak Gubernur DKI ANies Baswedan membatalkan ajang Formula E di Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Justin Untayana, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan sendiri terkait penyelenggaraan Formula E.

Justin mengatakan bahwa pelaksanaan balapan Formula E yang menjadi polemik, seharusnya diklarifikasi secara langsung oleh Anies, bukan lewat anak buahnya.

Menurut Justin, hal itu perlu dilakukan untuk menanggapi adanya klarifikasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta terkait Formula E.

Diskominfotik DKI Jakarta membantah 12 poin tentang Formula E yang terangkum dalam dokumen ‘Katanya vs Faktanya’.

Justin mengkritisi, kualitas informasi yang diberikan tanpa sumber data, lampiran dokumen resmi maupun nama penanggung jawab yang membuat dokumen.

Baca juga: Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Sebut Dokumen Diskominfotik DKI Soal Formula E Masih Prediksi

Baca juga: Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Sebut Dokumen Katanya vs Faktanya Formula E Bersifat Imajiner

Baca juga: Anggota DPRD DKI Meminta Anies Baswedan Jelaskan sendiri soal Formula E, Bukan Lewat Anak Buahnya

Selama ini pernyataan PSI terkait Formula E selalu berpijak pada dokumen resmi pemerintah mulai APBD 2020 hingga Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi DKI Jakarta.

“Mengungkap fakta itu harus berdasarkan data, bukan asumsi apalagi angan-angan," kata Justin berdasarkan keterangannya pada Senin (4/10/2021).

"Kami heran mengapa Gubernur Anies tidak pernah menjelaskan sendiri soal Formula E. Apa memang, Gubernur tidak percaya diri sehingga harus sembunyi dan menunjuk bawahannya?” ujar Justin

Menurut Justin, Pemprov DKI juga belum menyerahkan revisi studi kelayakan Formula E Jakarta.

Termasuk, mengenai kesepakatan PT Jakarta Propertindo dengan FEO (Formula E Operations) terbaru, yang disebut-sebut dalam publikasi Diskominfotik kepada.

“Pembahasan resmi anggaran triliunan rupiah yang asalnya dari keringat rakyat, seharusnya di rapat paripurna yang terhormat bukan lewat internet ataupun selebaran. Sampai kini kami belum terima dokumen resmi terkait Formula E, apa hanya yang diundang makan bisa lihat?” tutur Justin.

Seperti diketahui bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan informasi tersebut untuk menghindari kesalahapahaman yang terjadi tentang ajang balap Formula E.

Riza tidak menampik, begitu banyak persepsi buruk tentang rencana pemerintah daerah menggelar Formula E, karena minimnya informasi.

“Iya, kan di luar (masyarakat) beredar pembiayaan pembiayannya dianggap fantastis. Itu kan harus dijawab ya, daripada dijawab orang per orang, lebih baik dijawab resmi oleh PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) DKI Jakarta,” kata Riza di Balai Kota DKI pada 30 September 2021.

Menurut Riza, jika pemerintah tidak meluruskan informasi, kesalahpahaman dikhawatirkan bisa semakin luas.

Masyarakat juga berpotensi menjadi bingung dengan polemik tentang rencana Formula E.

“Ini tugas kam untuk memberikan informasi yang baik dan benar, jangan sampai hoaks,” imbuhnya.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved